Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Penjahat Kambuhan Sapa Polisi yang Akan Menangkapnya, Begini Jadinya

Sebelum ditangkap dan ditembak, penjahat licin asal Kepulauan Bangka Belitung ini sempat menyapa anggota yang akan menangkapnya.

Penjahat Kambuhan Sapa Polisi yang Akan Menangkapnya, Begini Jadinya
Bangka Pos/Deddy Marjaya
Penyidik Jatanras Ditrkimum Polda Kepulauan Bangka Belitung menggelar ekspose perkara dan tersangka pencurian disertai kekerasan dan pemberatan SD (38), Senin (6/2/2017). BANGKA POS/DEDDY MARJAYA 

Laporan Wartawan Bangka Pos, Deddy Marjaya

TRIBUNNEWS.COM, BANGKA - Seperti belut, pantas perlakuan polisi terhadap SD (38) terpaksa keras, dengan menembak kaki kirinya agar tak lagi kabur jika sudah terpojok.

Polisi menetapkan SD sebagai tersangka kasus pencurian disertai kekerasan dan pemberantasan. Saat hendak ditangkap ia sempat menyapa anggota polisi.

"Halo Pak Nur," sapa SD yang berusaha kabur namun berhasil dihentikan dengan tembakan di kaki kirinya oleh petugas di Pantai Tanjung Pesona, Jumat (3/2/2017).

Pak Nur yang disapa SD tidak lain Kanit Opsnal Subdit Jatanras Polda Kepulauan Bangka Belitung Iptu Nur. SD kenal banyak anggota polisi terutama Reskrim yang selalu mengurusinya.

SD dikenal sebagai residivis. Pria yang menghiasi tubuhnya dengan rajah ini sudah empat kali menjalani hukuman akibat mencuri.

Ia pernah sekali mendekam di Lapas Tua Tunu, Kota Pangkalpinang, pada 1996, dan 3 kali di Lapas Bukit Semut, Kabupaten Bangka, pada 2004, 2009 dan 2012.

"Ini kelima kalinya SD dibekuk dengan kasus pencurian yang dilakukannya," kata Kasubdit Jatanras AKBP Adi Nugraha Toni H saat gelar perkara dan barang bukti, Senin (6/2/2017).

Pelaku dikenal licin terbukti dalam beberapa kali polisi menangkapnya, warga Keretak Kabupaten Bangka Tengah ini berhasil meloloskan diri.

Menurut Iptu Nur dirinya sudah tiga kali ikut menangkap SD sehingga tak asing lagi dan tersangka mengenal dirinya.

"Bagaimana enggak tau wajah saya dia sudah tiga kali saya tangkap karena mencuri," ungkap Nur.

Penulis: Deddy Marjaya
Editor: Y Gustaman
Sumber: Bangka Pos
Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas