Tribun

Teror di Bandung

Hasil Jual Susu untuk Modal Bom Bandung

Soleh merupakan pedagang susu murni yang menggunakan hasil usahanya untuk mendanai aksi bom panci.

Editor: Hendra Gunawan
Hasil Jual Susu untuk Modal Bom Bandung
TRIBUN JABAR/GANI KURNIAWAN
OLAH TKP - Tim Gegana Polda Jabar melakukan penjagaan saat petugas Labfor Bareskrim Polri, Inafis Polda jabar dan Polrestabes Bandung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) di kantor Kelurahan Arjuna, Jalan Pandawa, Kota Bandung, Selasa (28/2/2017). Pemeriksaan ini untuk mencari dan mengumpulkan barang bukti untuk bahan penyidikan pascainsiden ledakan bom panci di kawasan tersebut. TRIBUN JABAR/GANI KURNIAWAN 

TRIBUNNEWS.COM, BANDUNG -- Polisi menangkap Soleh Abdurrahman alias Gungun alias Abu Fursan (38) penyandang dana aksi bom panci di Bandung, akhir bulan lalu. Soleh merupakan pedagang susu murni yang menggunakan hasil usahanya untuk mendanai aksi bom panci.

"Dia ditangkap karena memberikan uang Rp 2 juta kepada Yayat (Cahdiyat) alias Abu Salam," kata Kepala Bidang Humas Polda Jabar, Kombes Yusri Yunus di Bandung, Senin (13/3) seperti dikutip dari Tribun Jabar.

Soleh memberikan uang itu setelah mengetahui Yayat akan melakukan "amaliah" yakni meledakkan bom di markas Densus 88. "Soleh ini juga mengetahui tentang Agus yang juga akan melakukan amaliah. Tapi sasarannya tidak tahu," imbuh Yusri.

Agus yang nama panjangnya Agus Sudjatno alias Abu Muslim diketahui sebagai otak pembuatan bom panci. Dia menguasai ilmu meracik bom.

Seperti diberitakan, teror bom panci melanda Kota Bandung, Jabar, 27 Februari lalu. Pelakunya adalah Yayat Chadiyat alias Dani alias Abu Salam (41). Yayat tewas ditembak petugas Densus 88 Antiteror Polri karena melawan saat hendak ditangkap kantor Kelurahan Arjuna, Cicendo.

Dua hari kemudian, polisi menangkap rekan Yayat yakni Agus Sudjatno alias Abu Muslim yang tinggal di rumah kos di Jalan Kebon Gedang, Kelurahaan Maleer, Batununggal, Kota Bandung.

Polisi menyatakan, Yayat, Agus dan Soleh Abdurrahman merupakan anggota Jamaah Ansharut Daulah (JAD) wilayah Bandung yang memiliki rencana menebar teror bom.

Terpisah, Kepala Divisi Humas Polri, Irjen Boy Rafli Amar mengatakan, Soleh alias Gungun menyediakan dana Rp 2 juta untuk membiayai perakitan bom panci.

Dana tersebut didapat dari hasil kerja sampingan sebagai penjual susu murni. Sedangkan pekerjaan lain Soleh adalah buruh bangunan.

Boy mengatakan, untuk kasus terorisme, pelaku rela mengorbankan hartanya untuk "berjihad". Pelaku pun rela menyerahkan hasil jerih payahnya untuk melakukan hal yang menurut dia benar. "Dia buruh bangunan, dia pedagang susu, orang kalau sudah terpengaruh, hartanya dipertaruhkan," kata Boy di Jakarta.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas