Aleks Tewas, Satu Lagi Korban Kapal Tenggelam di Flores Timur Belum Ditemukan
Jenazah Aleks (20) ditemukan oleh warga di perairan selatan Lembata, atau tepatnya Desa Hinga, Kecamatan Nagawutun, Kabupaten Lembata.
Editor: Dewi Agustina
TRIBUNNEWS.COM, KUPANG - Satu dari dua warga asal Kecamatan Alas Barat, Kabupaten Sumbawa, Nusa Tenggara Barat (NTB) yang dilaporkan hilang saat menyelam di perairan Pantai Oa, Desa Oa, Kecamatan Wulanggitang, Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT) ditemukan jasadnya di perairan Kabupaten Lembata.
Jenazah Aleks (20) ditemukan oleh warga di perairan selatan Lembata, atau tepatnya Desa Hinga, Kecamatan Nagawutun, Kabupaten Lembata.
Kepala Kantor SAR Kupang, Gede Ardana mengatakan, setelah jasad Aleks ditemukan, warga kemudian melaporkan kejadian itu ke kepolisian setempat yang langsung berkoordinasi dengan kerabat Aleks.
Baca: Polisi Kantongi Identitas Pembunuh Denny Ariessandi, Pelaku Kini Diburu
Usai menerima infomasi itu, keluarga Aleks yang berada di Larantuka, Flores Timur, kemudian berangkat ke Lembata dengan menggunakan kapal milik polisi perairan Flores Timur.
"Jenazah Aleks yang disemayamkan beberapa saat di rumah warga Desa Hinga, selanjutnya dibawa menuju Larantuka," kata Ardana kepada Kompas.com, Jumat (24/3/2017) malam.
Dengan ditemukannya jenazah Aleks, masih tersisa lagi satu korban yang menghilang hingga kini yakni Alfan (26).
"Kita akan melakukan pencarian besok pagi," ucapnya.
Sebelumnya diberitakan, sebanyak tiga orang warga asal Kecamatan Alas Barat, Kabupaten Sumbawa, Nusa Tenggara Barat (NTB) ditemukan tewas saat menyelam di perairan Pantai Oa, Desa Oa, Kecamatan Wulanggitang, Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT).
Kepala Kantor SAR Kupang, Gede Ardana mengatakan, tiga korban yang tewas itu yakni Aksal (32), Agus (19), dan Herman (27).
Selain itu dua orang rekan mereka yang masih hilang hingga saat ini yakni Alfan (26) dan Aleks (20).
Kejadian itu, bermula ketika sembilan orang warga NTB itu dengan menggunakan Kapal Motor Yudi Amri menyelam di perairan Pantai Oa untuk mencari lobster.
"Saat menyelam, Selasa (21/3/2017) kemarin, mereka menggunakan kompresor dan tak berselang lama, kapal mereka dihantam gelombang besar sehingga akhirnya tenggelam. Empat orang selamat, sementara lima orang menghilang, tiga ditemukan tewas, sedangkan dua lainnya masih hilang," kata Ardana kepada Kompas.com, Rabu (22/3/2017) pagi.
Kirim Komentar
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.