Nikmati berita interaktif dan LIVE report 24 jam hanya di TribunX
DOWNLOAD
Tribun

Dobleh Cs Sudah 6 Kali Selundupkan Bibit Lobster ke Singapura Lewat Batam

Pelaku penyelundupan benih lobster yang hendak dibawa ke Singapura diamankan petugas kepolisian.

Penulis: Eko Setiawan
Editor: Sugiyarto
zoom-in Dobleh Cs Sudah 6 Kali Selundupkan Bibit Lobster ke Singapura Lewat Batam
Tribun Batam/Eko Setiawan
Sebanyak 24.900 bibit lobster yang diamankan pihak kepolisian diserahkan ke Balai Karantina. Penyerahan tersebut dilakukan agar bibit lobster ini tidak mati kehabisan oksigen. 

Laporan Tribun Batam, Eko Setiawan.

TRIBUNNEWS.COM, BATAM -  Pelaku penyelundupan benih lobster yang hendak dibawa ke Singapura diamankan petugas kepolisian.

Dari tiga orang tersangka diketahui, kejahatan tersebut sudah dilakukan mereka sebanyak enam kali dengan menggunakan modus yang sama.

Dalam ekspose perkara yang dilakukan Polresta Barelang diketahui. Satu kali pengiriman lobster merek‎a bisa mendapatkan bayaran Rp 15 juta.

Tegantung berapa banyak barang yang mereka bawa. Karena satu koper yang berisi lobster tersebut dihargai Rp 3 juta untuk sekali bawa.

"Mereka bertiga yakni Dobleh, jabrah dan Zul‎hamri adalah kurir yang disuruh membawa barang ini ke Batam."

"Sesampai di Batam nanti ada yang menjemput untuk diselundupkan ke Singapura melalui jalur laut," sebut Kapolresta Barelang Kombes Pol Helmy Santika, Kamis (30/3/2013) siang.

Berita Rekomendasi

Dari tangan tersangka polisi mengamankan dua koper benih lobseter yang berisikan sekitar 24600. Benih lobseter tersebut dimasukan kedalam plastik yang diberikan oksigen.

Semua barang itu diambil dari kawasan pantai selatan yang masuk kedalam Wilyah Perlindungan Perikanan (WPP).

Mereka mengambil dari seeorang pengepul dan diselundupakan ke luar negri. Para pelaku berangkat melalui bandara Halim perdana kusuma dengan tujuan kota Batam.

"Selalu lewat bandara Halim, mereka tidak pernah lewat Soekarno Hatta," tamah Helmy.

Saat ini, semua benih lobster tersebut sudah diserah‎kan kepada pihak karantina. Kemudian pihak karantina melepaskan kekawasan pulau layang.

Asyari kepala Karantina kota Batam mengatakan, pelepasan sendiri dilakukan oleh mereka dan didampingi oleh pihak kepolisian.

"Kita lepaskan sehari setelah diamankan polisi. ‎Kita pilih pulau layang karena di sana airnya bersih, dan ada juga ekosistem yang mirip dengan lobster di sana," tegasnya. (koe)

Sumber: Tribun Batam
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
×

Ads you may like.

© 2025 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas