Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Petani Takut ke Kebun Sawit, Diperkirakan Masih Ada Lima Ular Piton

Dia memperkirakan, ular piton maut itu hampir saja masuk ke perkampungan warga mencari mangsa.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Dewi Agustina
zoom-in Petani Takut ke Kebun Sawit, Diperkirakan Masih Ada Lima Ular Piton
Tribun Timur/Nurhadi
Jasad Akbar ditemukan utuh di perut ular yang ditangkap warga di kebun sawit korban, Desa Salubiro, Kecamatan Korossa, Kabupaten Mamuju Tengah, Sulawesi Barat, Senin (27/3/2017) malam. (Nurhadi/tribunsulbar.com) 

Laporan Wartawan TribunSulbar.com, Nurhadi

TRIBUNNEWS.COM, MAMUJU TENGAH - Runtut kisah Akbar Bin Ramli (25) tewas ditelan ular piton raksasa masih menjadi pusat perhatian.

Namun, ada lagi gejala ancaman piton ganas di kawasan Akbar tewas, kebun kelapa sawit, Dusun Pangerang, Desa Salubiro, Kecamatan Karossa, Kabupaten Mamuju Tengah, Sulbar.

Sumber Tribunsulbar.com mengatakan, Kamis (30/3/2017), petani sawit setempat melihat seekor ular piton raksasa mengintai mangsa.

Piton itu memburu hewan ternak warga, ayam.

"Saya lihat di jalan masuk lokasi Akbar ditelan ular, mau makan ayam cuma tidak berhasil," kata sumber Tribunsulbar.com tersebut saat ditemui di Salubiro, kemarin.

Jamak diketahui petani sawit Salubiro, konon daerah tersebut sarang piton raksasa tujuh bersaudara. Dua terbunuh, termasuk piton yang menelan Akbar.

Rekomendasi Untuk Anda

"Itu piton tujuh bersaudara, ini mungkin temannya," katanya.

Ayah almarhum Akbar, Muhammad Ramli (50), tidak kaget mendengar ular piton memburu mangsa ayam. Dia tahu saban tahun Salubiro, khususnya, sarang piton.

Ramli meminta pemerintah turun tangan atas kejadian yang menimpa putra sulungnya itu.

"Kami berharap, ada upaya dari pemerintah atas kejadian ini," katanya kepada Tribunsulbar.com di kediaman duka, Salubiro, kemarin.

"Kalau memang tidak ada bantuan secara materi, setidaknya Pemerintah Daerah ada upaya mengimbau warga membersihkan kebunnya," Ramli menambahkan.

Menurutnya, membiarkan kebun sawit semrawut sama saja memelihara ular buas.

"Apalagi kita tahu, memang dari dulu di sini banyak ular piton," ujarnya.

Pemerintah Cuek
Ramli juga sudah tahu, jika pemberintaan tribun-timur.com tentang anaknya, juga menjadi perhatian media asing.

Sumber: Tribun Timur
Halaman 1/4
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas