Pria Mengamuk Tusuk Kakak Ipar dan Sandera Keponakannya, Begini Ceritanya
Door..dorr! Bunyi letusan pistol terdengar saat polisi melumpuhkan Vulla, pelaku penyanderaan dua balita keponakannya sendiri di dalam rumah.
Editor:
Adi Suhendi
Seperti kerasukan setan, Vulla beberapa kali menusuk Ernawati di bagian lengan, dada, dan paha kiri.
Melihat kondisi Ernawati yang berdarah-darah, Santi, istri Vulla yang juga adik Ernawati langsung berteriak.
Dia berusaha menarik tangan suaminya agar tidak lagi menusuk kakaknya.
"Saya sudah bilang.. Sudah Vulla!, sudah Vulla!. Saya malah didorong ke belakang. Saya melihat kakak saya ditusuk-tusuk beberapa kali sama suami saya. Pokoknya ngeri sekali. Saya sampai tidak sanggup melihat kakak saya seperti itu," ucapnya dengan berlinangan air mata.
Santi sendiri tidak mengetahui apa penyebabnya sampai suaminya tega melukai kakaknya.
Padahal selama ini kakaknya sangat baik terhadap dirinya dan sang suami.
Setiap pulang dari menjaga tambak, ia dan suaminya tinggal di rumah kakaknya.
"Selama ini tidak ada masalah antara kakak dan suami saya, semuanya baik-baik saja," katanya.
Ia pun tidak tahu kenapa suaminya menjadi tega menusuk kakaknya.
"Padahal cuma ditegur ganti baju supaya tidak sakit saja, kenapa bisa seperti ini," ungkapnya sambil terus menangis.
Sementara itu, seorang tetangga yang namanya enggan disebutkan menuturkan, pisau yang digunakan untuk menusuk Ernawati sempat diambil para tetangga.
Namun, saat Vulla akan diamankan, ternyata ia langsung masuk ke rumah dan lari ke kamar.
Dia menyandera dua keponakannya yang berada di dalam kamar menggunakan sebilah parang.
"Tetangga di sini sudah mau mengamankan Vulla. Eh ternyata Vulla malah menyandera keponakannya menggunakan sebilah parang," katanya.
Tragisnya, parang yang dipegang Vulla diarahkan di leher salah satu keponakannya bernama Fazri.
Baca tanpa iklan