Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Kasus 'Andi Lala' Terulang Lagi, Sekeluarga di Medan Dibakar, Otaknya Ternyata Sosok ini

Kasus pembakaran rumah yang menyebabkan tewasnya satu keluarga di Kelurahan Sidomulyo, akhirnya menemukan titik terang.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Array Anarcho
Editor: Rendy Sadikin
zoom-in Kasus 'Andi Lala' Terulang Lagi, Sekeluarga di Medan Dibakar, Otaknya Ternyata Sosok ini
Tribun Medan/Jefri Susetio
Empat peti jenazah korban kebakaran diletakkan sejajar saat acara adat di Jambur Gotong Royong Pancurbatu, Kamis (6/4/2017). 

TRIBUNNEWS.COM, MEDAN -  Kasus pembakaran rumah yang menyebabkan tewasnya satu keluarga di Jalan Lau Cih Kuta, Kelurahan Sidomulyo, Kecamatan Medan Tuntungan akhirnya menemukan titik terang.

Satu persatu tersangka sudah ditangkap, termasuk dalang pembakaran rumah milik mendiang Marita Sinuhaji (58) itu.

Kasat Reskrim Polrestabes Medan, AKBP Febriansyah ketika dihubungi Tribun belum mau banyak memberikan keterangan.

Ia sempat terlihat berpikir lama sembari memejamkan mata ketika ditanya mengenai perkembangan kasus ini.

"Hmmm, ada, tunggu sebentar. Ada lima semuanya," kata Febriansyah, Senin (17/4/2017). Ditanya mengenai identitas masing-masing tersangka, Febriansyah geleng kepala.

"Besok sajalah. Besok akan disampaikan oleh Kapolda. Beliau yang jawab itu semua," kata perwira berpangkat dua melati emas di pundak ini.

Sumber Tribun Medan di kepolisian menyebutkan, otak pelaku pembakaran disertai pembunuhan ini adalah JMG. Wanita ini masih memiliki hubungan kekerabatan dengan mendiang Marita.

Rekomendasi Untuk Anda

Adapun korban tewas dalam kasus ini masing-masing Marita, anaknya Frengki (31), serta dua cucunya Selvi (5) dan Kristin (3). Keempatnya ditemukan tewas terbakar di dapur.

Beberapa pria bertopeng datang menyiramkan bensin dan membakar rumah yang berdiri di bekas lintasan rel kereta api tersebut.

Warga sekitar lokasi kejadian mengaku terkejut saat melihat rumah Gandi Ginting terbakar. Apalagi, empat penghuni rumah tersebut meninggal dalam posisi bergelimpangan.

Menurut penuturan tetangga korban, tak ada jeritan minta tolong saat si jago merah melahap rumah Gandi.

"Kami tidak ada mendengar suara apa pun dari dalam rumah. Tidak ada suara orang minta tolong atau berteriak. Padahal, kami lihat api tidak langsung besar," ujar Tarigan, tetangga korban kepada Tribun Medan/www.tribun-medan.com, kemarin.

Menurut Tarigan, petugas pemadam kebakaran dari Deliserdang dan Kota Medan terkesan lambat tiba di lokasi. Akibatnya, membuat rumah Gandi beserta penghuni hangus dilalap si jago merah.

Tarigan menambahkan, sekitar satu jam, empat pintu rumah Gandi terbakar.

Tiga rumah kontrakan dan satu rumah ditempati keluarga Gandi.

Sumber: Tribun Medan
Halaman 1/4
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas