Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Berita Parlemen

Tragis! Listrik Mati dan Sinyal Internet Jadi Masalah Utama Persiapan UNBK di Kalsel

Pasokan listrik dan sinyal internet di Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) merupakan permasalahan utama dalam persiapan pelaksanaan UNBK di Kalsel.

Tragis! Listrik Mati dan Sinyal Internet Jadi Masalah Utama Persiapan UNBK di Kalsel
dok.DPR
pertemuan Komisi X DPR dengan jajaran Pemerintah Provinsi Kalsel, di Banjarbaru, Kalsel, Jumat (21/4/2017). 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kurang optimalnya pasokan listrik dan sinyal internet di Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) merupakan permasalahan utama dalam persiapan pelaksanaan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK).

Anggota Komisi X DPR Ridwan Hisjam menekankan, permasalahan ini yang harus menjadi perhatian Pemerintah.

"Masalah yang menjadi sorotan di sini yakni permasalahan listrik mati dan sinyal internet saat UNBK berlangsung. Ini kan tragis sekali, padahal Kalimantan sendiri merupakan tempat penghasil sumber energi batubara, yang seharusnya persoalan mati listrik tersebut tidak perlu terjadi. Nah, pemerataan pembangunan harus menjadi perhatian serius pemerintah," kata Ridwan usai pertemuan Komisi X DPR dengan jajaran Pemerintah Provinsi Kalsel, di Banjarbaru, Kalsel, Jumat (21/4/2017).

Politisi F-PG itu turut menghimbau Pemerintah untuk segera menentukan skala prioritas terkait permasalahan pendidikan di Indonesia.

"Memang semuanya kembali lagi ke anggaran, tapi jika sistem pendidikan bisa segera dibuat, tentunya harapan dan target-target pendidikan yang sudah dicanangkan akan tercapai. Maka dari itu harus ada skala prioritas. Menurut saya, skala prioritas utama kita sebagai bangsa dan negara ini adalah pendidikan. Ini harga mati ," tegas Ridwan. 

Ia menambahkan terkait sistem pendidikan, pemerintah seharusnya tanggap dalam melengkapi sarpas pendidikan yang masih minim. Menurutnya, kondisi sarpras yang ada saat ini tidak maksimal. 

"Seharusnya dalam sistem pendidikan itu, sarprasnya disiapkan terlebih dahulu baru diterapkan. Kondisi sekarang seperti tambal sulam. Konsep sudah dijalankan namun sarpras pendukungnya belum semuanya siap dan merata. Akhirnya terjadi disparitas antara daerah tertinggal dengan daerah perkotaan. Bagaimana kualitas mau disamakan jika sarprasnya saja tidak siap," pungkasnya.

Lebih lanjut Politisi asal dapil Jatim V itu berharap ada suatu perubahan kebijakan politik dari Presiden Joko Widodo terhadap keberpihakannya kepada pendidikan, agar ke depan kualitasnya mencapai sasaran. 

"Karena fungsi pendidikan ini membutuhkan suatu perubahan sistem keberpihakan, tentunya dengan harapan kualitas pendidikan kita itu akan merata dan menyeluruh di seluruh indonesia," harapnya.

Sementara itu terkait persoalan listrik dan sinyal internet dalam pelaksanaan UNBK, Gubernur Kalsel Sahbirin Noor dalam sambutan yang diwakili oleh Asisten I Bidang Pemerintahan Setda Provinsi Kalsel Siswansyah, mendorong keikutsertaan PLN dan Telkom untuk mensukseskan pelaksanaan UNBK 2017 di Kalsel.

Diantaranya dengan menjaga aliran listrik dan penguatan sinyal yang stabil sehingga peserta ujian dapat berkonsentrasi menyelesaikan soal dengan baik. (Pemberitaan DPR RI)

Admin: Sponsored Content
  Loading comments...
© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas