Tribun

Korban Tenggelam Ini Pernah Bilang Ingin Dikubur Dekat Makam Tantenya

Korban ditemukan sekitar 2 kilometer dari posko tim SAR gabungan di dermaga PT Sumalindo, jalan Cipto Mangunkusumo

Editor: Eko Sutriyanto
Korban Tenggelam Ini Pernah Bilang Ingin Dikubur Dekat Makam Tantenya
Tribun Kaltim/Christoper Desmawangga
Jasad Ramadani (19) saat dievakuasi tim SAR gabungan menuju ambulance untuk selanjutnya menjalani visum di RSUD AW Syahranie, Senin (12/6/2017). 

Laporan wartawan tribunkaltim.co, Christoper D

TRIBUNNEWS.COM,  SAMARINDA - Ramadani (19) akhirnya ditemukan tim SAR gabungan, sekitar pukul 14.05 Wita, Senin (12/6), setelah tenggelam di sungai Mahakam, sejak Jumat (9/6) silam.

Korban ditemukan sekitar 2 kilometer dari posko tim SAR gabungan di dermaga PT Sumalindo, jalan Cipto Mangunkusumo.

Sesampainya jasad di dermaga, keluarga dan kerabat korban tidak kuasa menahan tangisnya.

Sunarti (48), tante korban menjelaskan, selama ini korban dikenal sebagai sosok yang sangat peduli dengan keluarganya.

"Dia kan asalnya dari Sulawesi, di sini (Samarinda) sudah tiga tahunan. Sama keluarga di sini baik, tidak cuek anaknya sama kami," tuturnya usai memastikan jasad yang ditemukan tim SAR gabungan merupakan keponakanya, Senin (12/6/2017).

Lanjut dia menjelaskan, korban direncanakan akan dimakamkan di pemakaman umum yang terdapat di kawasan Loa Buah, hal itu sesuai dengan pesan terakhir korban kepadanya.

Bahkan, korban sempat mengucap ingin dimakamkan di samping makam tantenya yang telah dulu berpulang.

"Jadi, sebelum puasa lalu, kami nyekar ke kuburan saudara saya, dia (korban) bilang saat itu, kalau dia meninggal, dia mau di kubur di samping kuburan tantenya," ucapnya.

Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas