Tribun

Divonis Hukuman Mati, Pembunuh Sadis Ibu dan Anak Banding

Penasihat Hukum terdakwa menyebut putusan mati saat ini banyak menuai kecaman dunia internasional ,sehingga tak pantas lagi dikeluarkan hakim

Editor: Eko Sutriyanto
Divonis Hukuman Mati, Pembunuh Sadis Ibu dan Anak Banding
Tribunnews.com
Ilustrasi 

Laporan Wartawan Bangka Pos, Fery Laskari

TRIBUNNEWS.COM, BANGKA - Aliong (39) si pembunuh sadis menolak vonis mati Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Sungailiat. Secara tegas, pria beranak tiga itu menyatakan banding, Selasa (13/6/2017).

Ketua Majelis Hakim PN Sungailiat, M Solihin, Selasa (13/6/2017) memberikan kesempatan pada Aliong menyatakan sikap terkait putusan yang sudah dibacakan.

"Saudara terdakwa, silahkan menyatakan sikap. Saudara bisa menerima putusan ini, pikir-pikir atau banding," kata Solihin pada Aliong.

Mendengar pertanyaan itu, Aliong tak butuh waktu lama untuk menjawab.

"Saya banding," kata Aliong, menolak putusan hakim pengadilan ini.

Jailani, Pengacara atau Penasihat Hukum (PH) Terdakwa Aliong, usai sidang menyatakan sikap serupa.

Menurutnya, putusan mati saat ini banyak menuai kecaman dunia internasional ,sehingga tak pantas lagi dikeluarkan hakim.

"Alasan itulah yang akan kami tungkan dalam memori banding nanti. Bahkan eksekusi mati terhadap kasus narkoba saja, sekarang sering mandek, akibat sebagian dunia internasional menentang pidana mati tersebut," kata Jailani membela kliennya.

Sumber: Bangka Pos
Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas