Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Hirup Bau Limbah Oli Bekas, Dua Warga Rusun Belum Sadarkan Diri

Masih ada dua warga Rusun Romokalisari belum sadar setelah mengirup gas berbahaya dari limbah berbahaya yang dibuang di sungai belakang rusun.

Hirup Bau Limbah Oli Bekas, Dua Warga Rusun Belum Sadarkan Diri
Surya/Fatkul Alamy
Polisi memasang garis polisi di kontainer berisi limbah B3 di Depo Peti Kemas, Jalan Kalianak, Surabaya, Jumat (14/7/2017). SURYA/FATKUL ALAMY 

Laporan Wartawan Surya, Fatimatuz Zahro

TRIBUNNEWS.COM, SURABAYA - Masih ada dua warga Rusun Romokalisari belum sadar setelah mengirup gas berbahaya dari limbah berbahaya yang dibuang di sungai belakang rusun.

Ketua Paguyuban Rusun Romokalisari Heri Supriyanto mengatakan dua warganya yang belum sadar itu masih dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah Bakti Dharma Husada Benowo. Mereka adalah Rodiyah (35) dan Widyawati (37).

"Kejadiannya memang malam jam tujuh malam warga yang mulai mencium bau menyengat dan semakin tajam panik," ungkap Heri, Jumat (14/7/2017).

"Sebab banyak yang mulai merasa pusing dan mual. Beberapa juga pingsan, termasuk ada ibu hamil yang juga pingsan," Heri menambahkan.

Lantaran tahu ada truk kontainer yang disebut warga membuang cairan, pihaknya sempat menghampiri truk tersebut untuk melarangnya. Namun mereka tetap membuang limbah tersebut.

Warga pun marah hingga melabrak orang-orang di dalam truk dan meminta aktivitasnya dihentikan. Separuh limbah di kontainer sudah dibuang.

Total warga Rusun Romokalisari sebanyak 300-an kepala keluarga semuanya mengalami mual dan muntah. Warga sempat direlokasi ke Puskesmas Genting, Gresik dan Masjid Al Ghorib.

Malam itu ia langsung mengontak Polsek Benowo dan juga Dinas Pengelolaan Bangunan dan Tanah untuk mengirim ambulans sebanyak-banyaknya.

"Yang pingsan ada tiga orang. Yang belum sadar dua orang sampai saat ini. Sedangkan yang lain kebanyakan mengalami mual dan pusing setelah menghirup limbah berbau menyengat itu," ucap Heri.

Saat ini beberapa warga yang sudah kondisi sehat berangsur kembali dari rumah sakit. Ketika angin bertiup dari selatan ke utara, bau menyengat masih sesekali tercium dari rusun Romokalisari.

Ikuti kami di
Editor: Y Gustaman
Sumber: Surya
  Loading comments...
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas