Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Tokoh Adat Wonosobo: Rambut Gimbal Anak Dieng Bukan Kutukan

Kiai Kolodete kemudian memutuskan untuk menitipkan rambut gimbalnya itu ke anak turunnya hingga sekarang. Benarkah bukan kutukan?

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Y Gustaman
zoom-in Tokoh Adat Wonosobo: Rambut Gimbal Anak Dieng Bukan Kutukan
Dokumentasi Tribun Jateng
Anak-anak gimbal Dieng sebelum diruwat atau dicukur rambutnya saat Dieng Culture Festival. DOKUMENTASI TRIBUN JATENG 

Seorang anak menjalani ritual cukur rambut gimbal di Wonosobo, Jawa Tengah, Sabtu (29/7/2017). TRIBUN JATENG/KHOIRUL MUZAKKI
Seorang anak menjalani ritual cukur rambut gimbal di Wonosobo, Jawa Tengah, Sabtu (29/7/2017). TRIBUN JATENG/KHOIRUL MUZAKKI (Tribun Jateng/Khoirul Muzakki)

Karena itu, cerita Sarno, Kiai Kolodete kemudian memutuskan untuk menitipkan rambut gimbalnya itu ke anak turunnya hingga sekarang.

Sarno membantah kemunculan rambut gimbal pada sebagian bocah di Wonosobo itu sebagai kutukan. Ia menyebutnya justru sebagai karunia karena anak itu memperoleh titipan.

"Kiai Kolodete menitipkan rambut gimbal pada anak-anak yang dia sayangi. Jadi sejatinya anak-anak gimbal itu kesayangan," kata Sarno, Sabtu (29/7/2017).

Menurut Sarno, permintaan bocah gembel itu harus dipenuhi orang tua sebagai prasyarat sebelum menjalani ritual pencukuran rambut gimbal.

Rekomendasi Untuk Anda

Sejatinya, kata dia, permintaan itu bukanlah keinginan sang anak, melainkan permintaan Kiai Kolodete yang menggunakan anak itu sebagai perantara.

Karena rambut gimbal itu adalah titipan, kata Sarno, suatu ketika harus dikembalikan ke pemiliknya melalui prosesi ritual pencukuran disertai prasyarat tertentu.

"Karena sudah dititipi ya harus dikembalikan. Pengembaliannya harus melalui ritual," kata dia.

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 2/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas