Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun
LIVE ●

Inilah Sejarah Panjang Pabrik Jamu Nyonya Meneer, Mulai dari Berdiri hingga Dinyatakan Pailit

Sejarah pabrik jamu legendaris PT Nyonya Meneer berawal sejak tahun 1919.Nama Asli Nyonya Meneer yakni Lauw Ping Nio.

Tribun X Baca tanpa iklan
Editor: Sugiyarto
zoom-in Inilah Sejarah Panjang Pabrik Jamu Nyonya Meneer,  Mulai dari Berdiri hingga Dinyatakan Pailit
KONTAN
Kegiatan produk PT Nyonya Meneer 

TRIBUNNEWS.COM - Sejarah pabrik jamu legendaris PT Nyonya Meneer berawal sejak tahun 1919.

Nama Asli Nyonya Meneer yakni Lauw Ping Nio.

Wirausahawan asal Jawa Timur ini menekuni bidang industri jamu sejak 1919.

Nama Meneer menurut cerita, diambil dari nama beras menir, yakni sisa butir halus penumbukan padi.

Ibunya dulu mengidam (nyidam) beras menir dan terus memakannya hingga ia lahir. Karena pengaruh ejaan Belanda, nama “Menir” pun berubah menjadi “Meneer”.

1900an - Suami Nyonya Meneer menjadi korban kekejaman kolonial Belanda yang menyebabkan jatuh sakit dan tidak sembuh-sembuh dalam waktu yang cukup lama. Nyonya Meneer tidak tinggal diam. Ia mulai meracik jamu yang ternyata mujarab dan membuat kondisi suaminya pun pulih.

1919 - Nyonya Meneer mendirikan sebuah usaha bernama “Jamu Cap Potret Nyonya Meneer” di Semarang.

Rekomendasi Untuk Anda

1940 - Salah satu anak dari Nyonya Meneer, Nonnie memutuskan pindah ke Jakarta untuk membuka gerai Nyonya Meneer di Jalan Juanda, Pasar Baru. Dari Jakarta, nama Nyonya Meneer semakin meluas ke seluruh penjuru tanah air.

1967 - Nyonya Meneer menjabat Direktur Utama di perusahaannya. Salah satu anaknya, Hans Ramana dipercayakan untuk bertanggung jawab atas perusahaannya.

Sedangkan ketiga anak lainnya yakni Lucy Saerang, Marie Kalalo, dan Hans Pangemanan diangkat menjadi anggota dewan komisi perusahaan.

1970an - Nyonya Meneer mulai merasakan persaingan dunia bisnis jamu yang ketat. Rival Nyonya Meneer mulai menjual berbagai produk serupa dengan harga yang berbeda-beda.

Dua perusahaan yang sangat diwaspadai Nyonya Meneer waktu itu adalah PT Sido Muncul dan PT Air Mancur.

1976 - Hans Ramana meninggal dunia.

1978 - Nyonya Meneer meninggal dunia. Setelah Nyonya Meneer dan anaknya meninggal, perjalanan perusahaan pun mulai goyah.

1984 - Didirikan Museum Jamu Nyonya Meneer di Semarang. Tujuan pendirian museum jamu pertama di Indonesia ini sebagai cagar budaya dan pusat informasi, pendidikan, promosi, serta media pelestarian warisan budaya tradisional.

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas