Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Kisah Mertolulut dan Singonegoro, Dua Algojo Kerajaan Yogyakarta Tempo Dulu

Di antara mereka yang duduk di kursi mengelilingi meja itu, satu sosok berkumis tampak garang memandang ke arah kamera.

Tayang:
Tribun X Baca tanpa iklan
Editor: Dewi Agustina
zoom-in Kisah Mertolulut dan Singonegoro, Dua Algojo Kerajaan Yogyakarta Tempo Dulu
Tribun Jogja
Patung Mertolulut algojo Keraton Yogyakarta zaman dulu. Krisna Sumargo duduk di samping patung tersebut. 

Di utara berbatasan dengan Kampung Notoyudan dan Sanggrahan. Di barat ada di sepanjang Jalan Letjen Suprapto mulai pertigaan Pathuk ke utara.

Warga kampung padat ini sudah tidak banyak tahu kisah sejarah Mertolulutan. Namun cerita turun temurun hanya menyebut kampung ini dihuni anak keturunan abdi dalem Mertolulut.

Sedangkan anak keturunan Singonegoro dan lokasi tempat tinggalnya belum diketahui pasti hingga kini. Tugas kedua abdi dalem ini diakhiri pada tahun 1926 di era Sri Sultan HB VIII.

Kuatnya pengaruh kolonial Belanda membuat sistem hukum berdasar Syariat Islam perlahan memudar.

Tugas sang algojo pun selesai, dan sejak itu kisah seram Mertolulut dan Singonegoro berangsur hilang dari sejarah baru Mataram.

Kisah Mertolulut dan sepotong foto lawas yang dimunculkan warganet ini belum berakhir.

Misterinya masih menyisakan banyak tanya, terutama foto-foto pelaksanaan hukuman kejam pada masa lampau di Mataram yang belum pernah diekpose. (Tribunjogja.com/setya krisna sumargo)

Rekomendasi Untuk Anda
Sumber: Tribun Jogja
Halaman 4/4
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas