Tribun
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Kluster Pertanian: Contoh Kesuksesan Sukabumi Sejahterakan Petani

Menteri Koperasi dan UKM AAGN Puspayoga memberikan apresiasi kepada Koperasi Ar Rohmah atas prestasinya mencetak kluster pertanian di Sukabumi.

dok. Kementerian Koperasi dan UKM
Kelompok petani anggota Badan Usaha Milik Rakyat (BUMR) Pangan yang dikelola Koperasi Ar Rohmah, di pabrik penggilingan beras modern BUMR Pangan Terhubung, Sukabumi, Jawa Barat, Kamis (24/8/2017).
dok. Kementerian Koperasi dan UKM
Menteri Koperasi dan UKM AAGN Puspayoga saat berdialog dengan kelompok petani anggota Badan Usaha Milik Rakyat (BUMR) Pangan yang dikelola Koperasi Ar Rohmah, di pabrik penggilingan beras modern BUMR Pangan Terhubung, Sukabumi, Jawa Barat, Kamis (24/8/2017).

TRIBUNNEWS.COM - Menteri Koperasi dan UKM AAGN Puspayoga memberikan apresiasi kepada Koperasi Ar Rohmah atas prestasinya mencetak kluster pertanian (padi) di wilayah Sukabumi dan sekitarnya.

"Tahun lalu saya datang kesini masih dalam tahap persiapan. Sekarang, saya datang lagi, sudah berjalan dengan baik,” kata Puspayoga saat berdialog dengan kelompok petani anggota Badan Usaha Milik Rakyat (BUMR) Pangan yang dikelola Koperasi Ar Rohmah, di pabrik penggilingan beras modern BUMR Pangan Terhubung, Sukabumi, Jawa Barat, Kamis (24/8/2017).

Didampingi Sekda Pemkot Sukabumi M Nur Hanafi Zain dan Ketua Koperasi Ar Rohmah Luwarso, Menkop memastikan dana PKBL (CSR) dari Pertamina sebesar Rp13 miliar untuk program kluster pertanian sudah cair.

"Artinya, dengan lahan pertanian seluas 1000 hektar, bisa dinikmati oleh sekitar 2000-an petani di Sukabumi dan sekitarnya. Bayangkan saja, koperasi ini mampu membeli gabah dari petani di atas harga pemerintah. Petani juga tidak terjebak oleh jeratan tengkulak seperti terjadi selama ini. Kalau sistem seperti ini dirasakan ada manfaatnya oleh petani, saya akan buat lagi di wilayah lain seperti Lampung, Purwokerto, Lumajang, dan Demak,” jelas Puspayoga.

Dengan Sukabumi sebagai percontohan, lanjut Puspayoga, pihaknya akan membuat kluster-kluster pertanian di wilayah lain itu seluas total 5000 hektar.

"Sukses kluster padi di Sukabumi akan kita terapkan di wilayah lain. Tentunya, di wilayah lain itu tidak hanya padi melainkan akan mengembangkan tujuh komoditas pertanian lainnya. Saya akan terus berkoordinasi dengan BUMN-BUMN untuk pemanfaatan dana CSR-nya bagi program pembentukan kluster pertanian di seluruh Indonesia,” tandas Menkop lagi.

Namun, Puspayoga menegaskan bahwa BUMR yang akan dibentuk harus dikelola koperasi.

"Oleh karena itu, kita akan bentuk dan kembangkan koperasi-koperasi yang bagus, barulah kita membentuk BUMR. Saya targetkan akan membentuk 25 kluster pertanian lagi di seluruh Indonesia,” tukas Puspayoga.

Sementara kelompok petani yang diwakili Asep, pendamping senior dari Koperasi Ar Rohmah, mengungkapkan bahwa kehadiran koperasi dan BUMR Pangan sangat membantu kehidupan mereka.

"Selain membeli gabah petani dengan harga bagus, koperasi pun memberikan pinjaman dana tanpa bunga. Bahkan, di saat kami gagal panen, sangat terbantu dengan kehadiran koperasi Ar Rohmah,” ungkap Asep.

Halaman
12
Ikuti kami di
Add Friend
Editor: Content Writer
  Loading comments...
© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas