Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Dari Kebiasan Setor Sampah, Wage Bisa Kurban Sapi

Wage Aniswan (50) rutin setiap minggu, selama tiga tahun, selalu membawa sampah yang ada di rumahnya ke bank sampah.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Hendra Gunawan
zoom-in Dari Kebiasan Setor Sampah, Wage Bisa Kurban Sapi
Tribun Jabar/Yongky Yulius
Wage Aniswan 

"Awalnya itu dari Ibu Herlia yang merupakan peneliti LIPI. Beliau pernah punya alat biodigester yang berfungsi mengolah sampah basah. Namun, sejak Ibu Herlia meninggal pada tahun 2012, mesin itu tidak digunakan lagi," ujar Wage.

Akhirnya, lanjut Wage, mesin biodigester itu terbengkalai. Namun, rumah pribadi milik almarhumah Herlia dijadikan tempat operasional Bank Sampah Bumi Inspirasi.

Awalnya, Wage dan suami dari almarhumah Herlia tidak terpikirkan akan membuat bank sampah.

Namun, Wage dan suami dari almarhumah Herlia terinspirasi dari murid-murid sekolah dasar di daerah Manglayang Bandung.

Katanya, murid sekolah dasar di sana sudah terbiasa memilah sampah dan mengumpulkannya di sekolah.

Saat tahun 2012, kesulitan dari merintis Bank Sampah Bumi Inspirasi ini, menurut Wage adalah meginformasikan kepada masyarakat apa itu bank sampah.

Awalnya, nasabah dari bank sampah itu hanya beberapa orang yang sudah kenal saja. Namun, lama kelamaan, Bank Sampah Bumi Inspirasi juga memiliki nasabah yang cukup banyak.

Rekomendasi Untuk Anda

Sekarang, nasabahnya sudah berjumlah 150 orang. Banyak nasabah yang nasih setia menabung sejak tahun 2012.

"Awalnya itu dari Ibu Herlia yang merupakan peneliti LIPI. Beliau pernah punya alat biodigester yang berfungsi mengolah sampah basah. Namun, sejak Ibu Herlia meninggal pada tahun 2012, mesin itu tidak digunakan lagi," ujar Wage.

Akhirnya, lanjut Wage, mesin biodigester itu terbengkalai

Namun, rumah pribadi milik almarhumah Herlia dijadikan tempat operasional Bank Sampah Bumi Inspirasi.

Awalnya, Wage dan suami dari almarhumah Herlia tidak terpikirkan akan membuat bank sampah.

Namun, Wage dan suami dari almarhumah Herlia terinspirasi dari murid-murid sekolah dasar di daerah Manglayang Bandung.

Katanya, murid sekolah dasar di sana sudah terbiasa memilah sampah dan mengumpulkannya di sekolah.

Saat tahun 2012, kesulitan dari merintis Bank Sampah Bumi Inspirasi ini, menurut Wage adalah meginformasikan kepada masyarakat apa itu bank sampah.

Awalnya, nasabah dari bank sampah itu hanya beberapa orang yang sudah kenal saja.

Namun, lama kelamaan, Bank Sampah Bumi Inspirasi juga memiliki nasabah yang cukup banyak.

Sekarang, nasabahnya sudah berjumlah 150 orang.

Banyak nasabah yang nasih setia menabung sejak tahun 2012.

Sumber: Tribun Jabar
Halaman 2/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas