Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
Desktop Version

Anak Saksikan Sang Ayah Potong Kaki Ibunya, Sementara akan Dititipkan di Rumah Neneknya

Sebelum dititipkan ke neneknya di Singaraja, anak korban akan diberikan pendampingan dulu di Badung agar tidak menjadi trauma berkepanjangan.

Anak Saksikan Sang Ayah Potong Kaki Ibunya, Sementara akan Dititipkan di Rumah Neneknya
Tribun Bali/ I Made Prasetia Aryawan
Suasana di kos-kosan di Banjar Uma Buluh, Desa Canggu, Kuta Utara, Badung, nampak sepi, Rabu (6/9/2017). 

TRIBUNNEWS.COM, DENPASAR - Kepolisian Badung segera memeriksakan kejiwaan Kadek Adi Waisaka Putra (36) yang secara brutal memotong kaki kiri istrinya Ni Putu Kariani (33).

Tes kejiwaan untuk mengetahui kondisi kejiwaan pelaku yang tega menganiaya istrinya di depan sang anak.

Kepala Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Badung, Putu Rianingsih mengatakan, informasi dari keluarga korban untuk anaknya yang masih SD akan dititipkan sementara ke daerah asalnya yakni Singaraja, Buleleng, Bali.

"Menurut keluarga, anaknya akan dikirim ke rumah neneknya di Singaraja. Kemudian kami juga sudah informasikan atau rujuk ke dinas yang menangani hal terkait yang di Singaraja untuk memberikan pendampingan konseling," katanya sembari mengungkapkan pendampingan konseling harus dilakukan mengingat anak tersebut juga sempat melihat kejadian yang mengerikan tersebut.

Baca: Korban Penganiayaan Suami Jalani Operasi Amputasi Kaki, Kadek Adi Diperiksa Kejiwaannya

Namun, kata dia, sebelum dititipkan ke neneknya di Singaraja, anak korban akan diberikan pendampingan dulu di Badung agar tidak menjadi trauma berkepanjangan.

"Kami di sini juga akan berikan pendampingan seperti semangat-semangat sebelum dititip ke neneknya. Selanjutnya pemerintah di Buleleng yang akan memberikan pendampingan konseling," tandasnya.

Putu Rianingsih mengecam tindakan pelaku tersebut.

"Sangat disayangkan kejadian tersebut terjadi, apalagi anaknya menyaksikan langsung kejadian, kan tidak baik secara psikologis sehingga bisa menimbulkan trauma yang berkepanjangan bagi anak," ujarnya.

Rianingsih menerangkan, pihaknya hingga saat ini sedang menunggu kondisi korban, Ni Putu Kariani (33), pulih karena korban mengaku sangat trauma dengan kejadian ini.

Sehingga baru akan dilakukan pendampingan setelah pulih.

Terlebih lagi, pasca kejadian, keterangan sementara dari dua belah pihak (tersangka dan korban) masih berbeda-beda.

"Kami masih menunggu pemulihannya korban, apabila sudah pulih dan sudah siap memerlukan pendampingan kami siap kapan saja," terangnya.

Ditemui di RSUP Sanglah, kerabat korban masih menunggui Ni Putu Kariani (33) yang kemarin dilakukan tindakan operasi amputasi kaki kiri bekas tebasan pelaku.

Editor: Dewi Agustina
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas