Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun
LIVE ●

Gunung Agung Bali Kini 'Waspada' Sewaktu-waktu Bisa Meletus

Dengan status Waspada itu, masyarakat di sekitar Gunung Agung dan pendaki/pengunjung/wisatawan diimbau tidak beraktivitas.

Tribun X Baca tanpa iklan
Editor: Hendra Gunawan
zoom-in Gunung Agung Bali Kini 'Waspada' Sewaktu-waktu Bisa Meletus
Wonderful Indonesia
Gunung Agung di Karangasem 

TRIBUNNEWS.COM, DENPASAR – Terhitung mulai pukul 14.00 Wita, Kamis (14/9/2017), Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) menaikkan status aktivitas Gunung Agung, Karangasem, dari Level I (Normal) ke Level II (Waspada).

Dengan status Waspada itu, masyarakat di sekitar Gunung Agung dan pendaki/pengunjung/wisatawan diimbau tidak beraktivitas.

Baca: Berlatar Cinta, Seorang Para Normal Tewas Dihabisi Pembunuh Bayaran

Yaitu tidak melakukan pendakian, dan tidak berkemah di dalam area kawah Gunung Agung dan di seluruh area di dalam radius 3 km dari kawah puncak Gunung Agung atau pada elevasi 1.500 dari permukaan laut.

“Sebab, sewaktu-waktu bisa terjadi peningkatan aktivitas vulkanologi yang bisa membahayakan,” kata Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Bali, Dewa Made Indra, di Denpasar, Kamis (14/9/2017).

Namun, informasi di lapangan, warga yang tinggal di lereng gunung tetap beraktivitas seperti biasa walaupun Gunung Agung berstatus Waspada.

Mereka tetap cari kayu bakar di bawah Gunung Agung.

Rekomendasi Untuk Anda

Ritual dan persembahyangan pun tetap digelar di pura-pura yang berada di lereng gunung, seperti Pura Pasar Agung di Desa Sebudi Kecamatan Selat, dan Pura Penataran Besakih, Desa/Kecamatan Rendang.

"Warga tetap beraktivitas seperti biasa.Mereka juga tetap naik ke gunung mengantar pendaki. Maturan juga tetap lancar, tanpa ada rasa khawatir," kata Wayan Suara Arsana, Perbekel Desa Amerta Bhuana, Selat, yang berada di lereng Gunung Agung, Kamis (14/9/2017).

Suara Arsana mengatakan, para pendaki Gunung Agung lewat jalur Pura Pasar Agung, Desa Sebudi, masih tetap berdatangan untuk naik.

Bahkan, pada Selasa (12/9/2017) lalu ada 100 pendaki yang naik.

"Memang sering ada gempa kecil di puncak. Tapi itu biasa terjadi, namanya juga gunung masih aktif. Gempa tidak sampai terasa ke perkampungan, cuma di puncak gunung saja," kata Suara Arsana, yang juga juru bicara (humas) Pura Pasar Agung, Desa Sebudi, Selat.

Jalur pendakian dari Rendang dikabarkan juga masih dibuka.

Selama ini, puncak Gunung Agung dapat ditempuh dari tiga jurusan, yakni dari Pasar Agung (selatan puncak); kemudian dari Budakeling lewat Nangka (tenggara puncak); dan dari Besakih (baratdaya puncak).

Dewa Indra mengatakan, peningkatan status aktivitas Gunung Agung di Desa/Kecamatan Rendang, Karangasem itu berdasarkan hasil analisis data visual dan instrumental, serta mempertimbangkan potensi ancaman bahayanya.

Sumber: Tribun Bali
Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas