Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun
LIVE ●

Gunung Agung Bali Kini 'Waspada' Sewaktu-waktu Bisa Meletus

Dengan status Waspada itu, masyarakat di sekitar Gunung Agung dan pendaki/pengunjung/wisatawan diimbau tidak beraktivitas.

Tribun X Baca tanpa iklan
Editor: Hendra Gunawan
zoom-in Gunung Agung Bali Kini 'Waspada' Sewaktu-waktu Bisa Meletus
Wonderful Indonesia
Gunung Agung di Karangasem 

Dijelaskannya, Pos Pantau PVMBG yang berada di Desa Rendang terus memonitor aktivitas Gunung Agung.

Sedangkan Pos Pantau PVMBG di Kintamani (Bangli) memonitor tetangga Gunung Agung, yakni Gunung Batur.

Dewa Indra menegaskan, sampai saat ini belum ada rencana evakuasi terhadap warga.

Namun nanti jika aktivitas kian naik, dari Level II (Waspada) menjadi Level III (Siaga) sampai ke Level IV (Awas), maka BPBD sudah menyiapkan berbagai langkah penyelamatan.

BPBD Bali dan Karangasem sudah memiliki rencana darurat jika Gunung Agung mengalami erupsi atau letusan, dengan telah menentukan Kawasan Rawan Bencana (KRB) 1, 2 dan 3.

“Penduduk di desa-desa yang bisa terdampak akan dievakuasi ke mana, itu sudah ditentukan dalam rencana. Termasuk bantuan melalui jalur mana juga sudah dipetakanRencana darurat itu sudah pernah disimulasikan. Artinya, bila levelnya meningkat, maka BPBD merespon sesuai tahapan,” jelas Indra.

Ketua Pos Pemantauan Gunung Agung, I Dewa Made Mertayasa mengatakan,

Rekomendasi Untuk Anda

belum ada tanda-tanda peningkatan aktivitas vulkanik dan seismik yang mengarah ke status yang lebih tinggi dari waspada, yakni status Siaga (Level III), apalagi status Awas (Level IV).

Memang hasil rekam alat seismograf yang dipasang di Gunung Agung mencatat ada peningkatan gempa bagian kawah.

Biasanya, kata Mertayasa, dalam sehari cuma 2-5 kali gempa.

Namun tanggal 11 dan 13 September, aktivitas gunung aktif tertinggi di Bai ini (setinggi 3.014 meter di atas permukaan laut) meningkat menjadi 6 hingga 7 kali gempa.

“Karena Gunung Agung adalah gunung yang masih aktif, naik-turun aktivitas seismik maupun vulkaniknya adalah hal biasa,” kata Mertayasa.

Terakhir, letusan atau erupsi Gunung Agung terjadi pada tahun 1963.

Dimulai pada 18 Februari 1963 dengan gempa ringan, yang disusul gempa-gempa berskala lebih besar dan berakhir pada 27 Januari 1964.
Dalam periode itu, erupsinya yang bersifat eksplosif mengakibatkan 1.148 orang tewas, dan 296 orang luka.

Untuk kondisi terakhir saat ini, gejala-gejala sebagaimana yang mengawali erupsi tahun 1963 masih belum terasa.

“Kami berharap semua aman, dan masyarakat tenang kendati harus tetap waspada. Sebab, Gunung Agung adalah gunung berapi yang masih aktif,” jelas Dewa Indra. (Saiful Rohim)

Sumber: Tribun Bali
Halaman 2/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas