Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Mitos Kotoran Kerbau Bule yang Diperebutkan saat Kirab Malam 1 Muharram

Saat kirab berlangsung, tlethong atau kotoran kerbau bule diyakini sebagian orang dapat melancarkan rezeki.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Johnson Simanjuntak
zoom-in Mitos Kotoran Kerbau Bule yang Diperebutkan saat Kirab Malam 1 Muharram
TribunJateng/Suharno
Kebo Bule Kyai Slamet 

Laporan Wartawan TribunSolo, Muhammad Syafii

TRIBUNNEWS.COM, SOLO - Berbicara kirab 1 Sura atau 1 Muharram Keraton Solo tentu tak lepas dari kerbau bule keturunan Kyai Slamet

Saat kirab berlangsung, tlethong atau kotoran kerbau bule diyakini sebagian orang dapat melancarkan rezeki. 

Karena itu, kotoran kerbau bule pun diperebutkan.

Warga yang mengambil tletong saat kirab biasa menggunakannya untuk campuran pupuk.

Warga beranggapan, adanya campuran tlethong Kerbau Bule tersebut  membuat hasil panennya banyak.

"Mungkin karena hasil panennya yang banyak maka dianggap sebagai pemancar rezeki," ujar Jumadiono (56), perawat Kerbau bule saat ditemui di kawasan Alun-alun Kidul (Alkid) Keraton Solo, Rabu (20/9/17).

Rekomendasi Untuk Anda

"Ada yang mengeringkannya dahulu dan membungkusnya dalam sebuah kain untuk disandingkan disamping pupuk yang bertujuan untuk menambah hasil panen, "ungkap dia.

Jumadiono melanjutkan, sebagian besar orang yang masih mempercayai tentang tlethong adalah mereka yang bertempat tinggal di pinggiran Kota Solo.

"Mitos tentang tlethong tersebut sebenarnya hanya sugesti mereka sendiri," ujar Heri (36), perawat Kerbau Bule yang lainnya.

"Seperti sugesti minum obat, setelah minum obat orang yang sakit merasa lebih enak badannya," ungkap Heri.(*)

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas