Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Program KB Belum Tersosialisasikan di Pesantren

Ulama dan santri bisa berperan dalam memberikan pemahami program BKKBN sehingga angka kelahiran bayi bisa di tekan terutama di Sumatera Barat

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Eko Sutriyanto
zoom-in Program KB Belum Tersosialisasikan di Pesantren
Istimewa
Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) memberikan hadiah sepeda kepada santriwati di Pondok Pesantren Ar-Risalah Koto Tangah Padang belum lama ini 

TRIBUNNEWS.COM, PADANG - Kepala BKKBN Pusat, Surya Chandra Surapaty mengakui hingga saat ini program KB  belum sampai tersosialisasikan di pesantren.

Sehingga tidak mengherankan banyak santri di pondol pesantren yang belum mengetahui betul manfaat dari program dimaksud.

"Ulama dan santri bisa berperan dalam memberikan pemahami program BKKBN sehingga angka kelahiran bayi bisa di tekan terutama di Sumatera Barat,' katanya di Padang belum lama ini.

Apabila dirata rata, setiap 1,5 jam ibu hamil melahirkan sehingga perlu ada penekanan agar tidak terjadi ledakan penduduk di Indonesia,” ujarnya.

Baca: Angka Pernikahan Dini di Bangka Belitung Tinggi, BKKBN Bikin Acara Ini

Surya Chandra juga menerangkan bahwa BKKBN tidak hanya melulu mengurusi tentang kontrasepsi dan cara ber KB.

BKKBN juga memiliki tanggung jawab terhadap generasi muda dalam merencanakan masa depannya.

Rekomendasi Untuk Anda

Selain kepala BKKBN, juga hadir dalam kegiatan tersebut gubernur Sumbar Irwan Prayitno, penulis buku KH Cholil Nafis, dan ketua MUI Padang Prof Duski Samad, M.Ag

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas