Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Pengungsi Mulai Terserang Penyakit Kulit

Setelah erupsi, sekitar Jungutan terjadi hujan debu vulkanik, hampir sebagian warga terkena abu

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Eko Sutriyanto
zoom-in Pengungsi Mulai Terserang Penyakit Kulit
Istimewa
Gunung Agung pada Senin (4/12/2017) pagi 

Laporan Wartawan Tribun Bali Saiful Rohim
 

TRIBUNNEWS.COM, BALI - Sejumlah pengungsi di Karangasem mulai menderita penyakit kulit.

Satu diantaranya I Wayan Warni, pengungsi Desa Jungutan, Kecamatan Bebandem.

Ditemui di Posko Pengungsian Desa Sibetan, Karangasem, Bali, Warni mengaku gatal sejak tiga hari yang lalu yang  kemungkinan disebabkan erupsi gunung agung.

Setelah erupsi, sekitar Jungutan terjadi hujan debu vulkanik, hampir sebagian warga terkena abu.

"Mungkin abu vulkanik kemarin yang menyebabkan gatal, dan baru dirasakan sekarang,"jelasnya.

Warni sapaannya mengaku, penyakit kulit mulai merabah ke posko pengungsian, seperti pengungsin Desa Sibetan, Bebandem, Selat, dan Macang.

Baca: Rasa Gatal pada Miss V Rupanya Mengidikasikan Penyakit Ini

Rekomendasi Untuk Anda

Ada pengungsi yang mengalami gatal, panu, dan bintik - bintik.

Hampir sebagian pengungsi telah memeriksakan diri ke posko.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Karangasem, I Gusti Bagus Putra Pertama pun membenarkan hal tersebut. 

Jumlah pengungsi yang menderita penyakit kulit terus mengalami peningkatan tiap hari.

Hingga kemarin, hampir 5.150 orang pengungsi menderita penyakit kulit.

Perhari, pengungsi yang mengeluhkan penyakit kulit hampir 100 orang.

Baca: Jerrico Manfaatkan Momen Gunung Agung Menyelundupkan Sabu ke Bali

Paling banyak menyerang anak - anak. Disusul orang tua, dewasa. Tersebar di seluruh pengungsian di Karangasem.

Sumber: Tribun Bali
Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas