Dituduh Lakukan Pelecehan, Pengemudi Taksi Online Babak Belur Dianiaya Tiga Pria
Pria yang bekerja sebagai sopir Grab ini diamuk massa karena dituduh melakukan pelecehan terhadap penumpangnya bernama Yani.
Penulis: Array Anarcho
Editor: Dewi Agustina
Laporan Wartawan Tribun Medan, Array A Argus
TRIBUNNEWS.COM, MEDAN - Aksi main hakim sendiri menimpa Faizul Ardian Pane (25). Pria yang bekerja sebagai sopir taksi online Grabcar ini diamuk massa karena dituduh melakukan pelecehan terhadap penumpangnya bernama Yani.
Akibat kejadian ini, Faizul yang tinggal di Jalan Denai muntah darah.
"Kejadiannya tanggal 26 Desember kemarin. Faizul ini dianiaya sejumlah pemuda di Pasar Pagi Jalan Setia Budi," kata Padian Hadi, penasihat hukum korban saat membuat laporan di Polrestabes Medan, Sabtu (30/12/2017).
Padian bercerita, sebelumnya Yani pernah memesan Grab dan diantarkan oleh Faizul.
Dari perkenalan awal itu, Yani pun kembali memesan angkutan pada korban tanpa melalui aplikasi.
Baca: Sebelum Menghembuskan Napas Terakhir, Vena Bisikkan Sebuah Nama Orang yang Membunuhnya
"Saat pertemuan kedua, Faizul bilang dia sudah tutup aplikasi. Namun, Yani tetap minta diantarkan," katanya. Karena tak ingin menolak penumpang, Faizul menjemput Yani di Jalan Setia Budi.
"Ketika itu Yani minta diantarkan ke Kualanamu. Namun tidak jadi, dan Yani minta diajarin menyetir," kata Padian.
Saat itu juga, Faizul pun mengajari Yani mengendarai mobil.
Pada momen tersebut, Yani menuding Faizul melakukan pelecehan. Menurut Padian, tudingan itu tidak benar. Karena Faizul tidak pernah merasa melakukan pelecehan.
"Setelah kejadian itu, korban dan Yani sempat tidak bertemu. Belakangan, Yani memesan Grab dengan nama akun Dewi," katanya.
Baca: Cerita Tiga Bule Nekat Mendaki Gunung Agung hingga ke Puncak, Apa yang Mereka Lihat?
Berdasarkan pesanan, akun Dewi minta diantar ke Berastagi. Jumlah penumpang ada empat orang.