Bayi Dibuang di dalam Masjid, Pelakunya Mahasiswi dan Sang Kekasih yang Pengangguran
Satreskrim Polres Mojokerto akhirnya menangkap sepasang muda-mudi pembuang bayi tersebut, BG dan BA, keduanya sama-sama berusia 22 tahun.
Editor: Dewi Agustina

Bayi yang memiliki panjang 51 sentimeter dengan berat 3,20 gram ini, pertama kali ditemukan oleh Karnadi ketika akan mengumandangkan adzan dhuhur.

Saat ditemukan, bayi tanpa nama ini masih lengkap mengenakan bedong dan jarik gendong.
Lalu pria berusia 60 tahun in membawa bayi itu ke rumahnya baru kemudian melaporkan ke kepala dusun.
Baca: Pelajar Ikut Pesta Seks Kaum Homo di Kawasan Cianjur: Saya Dipaksa, Saya Masih Normal
"Tadi mau adzan saya lihat ada bayi di atas sajadah. Langsung saya bawa pulang," kata Karnadi saat ditemui Surya, Minggu (14/1/2018).
Bayi yang masih merah ini, tega dibuang oleh keluarganya di masjid perkampungan pada penduduk.
Bayi ganteng ini kemudian dibawa Karnadi bersama perangkat desa ke Puskesmas Dlanggu untuk diperiksa kondisinya.