Energi Fosil Masih Kuasai Sumber Energi Listrik di Kalimantan Utara
Penggunaan PLTS sejauh ini memang masih kecil sebab memang pada dasarnya PLTS hanya mengandalkan aliran sungai-sungai kecil
Editor: Eko Sutriyanto
![Energi Fosil Masih Kuasai Sumber Energi Listrik di Kalimantan Utara](https://asset-2.tstatic.net/tribunnews/foto/bank/images/tenaga-fosil_20180130_170854.jpg)
Laporan wartawan Tribun Kaltim Muhammad Arfan
TRIBUNNEWS.COM, TANJUNG SELOR - Penggunaan energi baru terbarukan dalam penyediaan daya listrik di Kalimantan Utara masih terbilang rendah.
Itu artinya penggunaan energi fosil seperti batu bara dan migas masih mendominasi sumber energi listrik di provinsi termuda di Tanah Air ini.
Kepala Bidang Energi dan Ketenagalistrikan pada Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Kalimantan Utara Yosua Batara Payangan menjelaskan, walau begitu Kalimantan Utara tetap mengupayakan terjadi peningkatan penggunaan energi baru terbarukan seperti pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) dan pembangkit listrik tenaga mikro hidro (PLTMH).
Termasuk juga bekerjasama dengan investor untuk merealisasikan pembangkit listrik tenaga air (PLTA) berkapasitas 9.000 mega watt yaitu PLTA Besahan di Kecamatan Peso, Kabupaten Bulungan.
"Kita menuju pada penggunaan energi baru terbarukan sudah lama berproses. Di beberapa kabupaten sudah banyak menerapkan energi baru terbarukan seperti PLTS di Nunukan, Malinau, juga Bulungan," katanya saat disua Tribun, Selasa (30/1/2018).
Baca: Akses Utama Jalan di Ibukota Kalimatan Utara Digenangi Air
Penyediaan listrik yang bersumber dari PLTMH juga sudah mulai diintensifkan.
Menurut Yosua penggunaan PLTS sejauh ini memang masih kecil sebab memang pada dasarnya PLTS hanya mengandalkan aliran sungai-sungai kecil.
Lalu secara umum penggunaan energi listrik di Kalimantan Utara juga tergolong kecil. Ini disebabkan juga masih kecilnya kebutuhan listrik masyarakat.
"Kita masih menggunakan listrik yang kecil karena masyarakat kita juga belum banyak. Seperti di daerah-daerah, rumah masyarakat masih kecil, kebutuhan listriknya juga kecil," katanya.
Pemprov Kalimantan Utara lanjutnya, sedang semangat-semangatnya ingin merealisasikan sejumlah PLTA seperti PLTA Besahan, PLTA Mentarang, dan PLTA Sembakung.
Yosua mengatakan, jika PLTA Besahan bisa direalisasikan maka penggunaan energi baru terbarukan bisa meningkatkan lebih dari 50 persen.
"Ketika PLTA di Bulungan ini jadi, saya pastikan penggunaan energi baru terbarukan akan lebih besar dibandingkan energi fosil. Mungkin bisa meningkatkan sampai 60 persen," katanya. (Wil)
Kirim Komentar
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.