Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Permainan Jailangkung Awal Terjadinya Peristiwa Tragis Buat Sadam

Sadam Polapa tewas dikeroyok oleh sejumlah pemuda. Seorang remaja, NM alias Novri ditangkap bersama beberapa temannya.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Hendra Gunawan
zoom-in Permainan Jailangkung Awal Terjadinya Peristiwa Tragis Buat Sadam
Tribun Manado/Indri Panigoro
Barang bukti penganiayaan terhadap Sadam Polapa 

TRIBUNNEWS.COM, MANADO - Sadam Polapa tewas dikeroyok oleh sejumlah pemuda. Seorang remaja, NM alias Novri ditangkap bersama beberapa temannya.

Ternyata penganiayaan tersebut berawal dari permainan jailangkung.

Sebelum terjadinya pengeroyokan yang akhirnya menyebabkan kematian terhadap Sadam Polapa (35), warga Bersehati, Kelurahan Calaca, Kecamatan Wenang, Manado, Sulawesi Utara.

Baca: Ada yang Tak Beres, Eks PRT Tersangka Pembunuh Ibu Kos Cantik Sering Tersenyum Sendiri

Korban terlebih dahulu memukul tersangka NM atau Novri (17), warga Sindulang Satu, Ligkungan Satu, Kecamatan Tuminting.

Kronologi kejadian, sekira pukul 03.00 wita, Minggu (4/3/2018) tersangka Novri sedang bermain jailangkung.

Setelah itu, Novri meminta keranjang jailangkung kepada seorang pria bernama Sanny yang tengah pesta miras dibawah Jembatan Soekarno dengan korban.

Rekomendasi Untuk Anda

Entah apa yang terjadi, tak berselang lama, korban (Sadam) menganiaya tersangka Novri ke arah wajah dengan tangan kosong.

Tak terima, tersangka Novri lantas meninggalkan lokasi, kemudian mendatangi rumah Ci Mei atau tempat bermainPlaystation (PS) untuk bertemu dengan rekannya bernama Stevanus Pilat untuk mengadukan perbuatan korban.

Pada saat mengadu kepada Stevanus, disitu juga ada para pelaku lainnya yang sedang bermain game.

Setengah jam setelah pemukulan korban terhadap tersangka, tersangka Novri bersama Stevanus pergi menemui korban dengan maksud membicarakan kejadian pemukulan yang dilakukan oleh korban terhadap tersanga Novri.

Setelah selesai bicara, tersangka Novri lantas mengayunkan kepalan tangan kosong kearah korban.

Reflex, korban lantas menggertak tersangka Novri dengan gerakan akan mencabut pisau dari arah pinggangnya.

Tak mau mati sia-sia, Novri mencoba mengambil langkah seribu.

Namun, langkahnya terhenti seketika melihat tersangka lainnya berinisil JL (16), dan RF (16) warga yang sama dengan tersangka sudah berada di tempat tersebut.

Sumber: Tribun Manado
Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas