Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Perempuan Cantik Jual Anak di Bawah Umur dan Mahasiswi Lewat Aplikasi WA

Seorang perempuan cantik yang diduga sebagai muncikari menjual tiga gadis di bawah umur kepada pemesan.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Dewi Agustina
zoom-in Perempuan Cantik Jual Anak di Bawah Umur dan Mahasiswi Lewat Aplikasi WA
Istimewa
Suasana pemeriksaan terhadap empat perempuan dalam kasus perdagangan gadis belia di salah satu hotel di Salatiga, Jumat (16/3/2018). 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Ponco Wiyono

TRIBUNNEWS.COM, SALATIGA - Seorang perempuan cantik yang diduga sebagai muncikari menjual tiga gadis di bawah umur kepada pemesan.

Aksi eksploitasi anak di bawah umur itu berhasil digagalkan oleh Polres Salatiga.

Peristiwa tersebut terjadi pada Jumat (16/3/2018) malam.

Ada tiga gadis remaja serta satu perempuan diduga muncikari sedang 'transaksi' di salah satu hotel di Salatiga.

Dalam kasus ini, muncikari yang bernama Ina (28), warga Kecamatan Beringin Kabupaten Semarang diamankan polisi.

Baca: Pengendara Mobil yang Kabur Ditangkap Warga Usai Tabrak Korbannya Hingga Tewas

Rekomendasi Untuk Anda

Ulahnya menawarkan tiga gadis remaja kepada lelaki hidung belang ternyata kepergok oleh salah satu petugas.

Kala itu, ia dan tiga gadis berusia belasan itu berada di dalam kamar hotel.

"Kami mendapatkan informasi bahwa di kamar 32 lantai tiga hotel tersebut terjadi praktik perdagangan manusia. Segera petugas kami meluncur ke TKP. Dan memang benar, seorang perempuan yang menjadi muncikari sedang bersama tiga gadis di bawah umur. Dia menawarkan tiga gadis itu kepada beberapa orang melalui whatsapp," kata Kasat Reskrim Polres Salatiga, AKP Achmad Sugeng, Sabtu (17/3/2018).

Di kamar hotel tersebut, sang muncikari berwajah cantik itu sedang menunggu pelanggan atau pemesan.

Ina menunggu pria untuk "memakai jasa" tiga gadis tersebut. Tiga gadis itu inisial AR (19), IW (17) dan RP (17).

Baca: BREAKING NEWS: Ruang Inap Paru-paru RSAL Dr Ramelan Surabaya Ambruk

Salah satu dari ketiga gadis tersebut masih berstatus mahasiswi dan merupakan warga Kecamatan Tembalang Kota Semarang.

Menurut Sugeng, modus operandi perdagangan manusia tersebut adalah pelaku menawarkan para gadis melalui whatsapp kepada pelaku yang sudah ia kenal.

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas