Tribun

Hampir Dua Tahun Berlalu, 28 KK Korban Banjir Bandang Garut Masih Tinggal di Pengungsian

Banjir bandang di beberapa kecamatan di Kabupaten Garut beberapa tahun lalu, masih menyisakan kesedihan bagi korban hingga saat ini.

Editor: Dewi Agustina
Hampir Dua Tahun Berlalu, 28 KK Korban Banjir Bandang Garut Masih Tinggal di Pengungsian
Tribun Jabar/Hakim Baihaqi
Tempat Pengungsian di Gedung Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE), Jalan Pramuka, Kabupaten Garut, Jumat (13/4/2018). TRIBUN JABAR/HAKIM BAIHAQI 

Laporan wartawan Tribun Jabar, Hakim Baihaqi

TRIBUNNEWS.COM, GARUT - Banjir bandang di beberapa kecamatan di Kabupaten Garut beberapa tahun lalu, masih menyisakan kesedihan bagi korban hingga saat ini.

Mereka masih menempati tempat pengungsian di Gedung Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE), Jalan Pramuka, Kabupaten Garut.

Gedung yang berada tak jauh dari Alun-alun Garut ini, dihuni 28 kepala keluarga (KK), berasal dari daerah terdampak banjir bandang, yakni Kampung Cimacan, Desa Haurpanggung, Kecamatan Tarogong Kidul.

Saat banjir bandang melanda, 28 KK ini terpaksa mengungsi karena harta dan benda mereka tersapu banjir bandang.

Meski harus kehilangan harta dan benda, para korban mengaku masih diuntungkan, karena anggota keluarga dinyatakan selamat dan masih tetap berkumpul hingga saat ini.

Baca: Pembunuh Sopir Taksi Online Tewas Ditembak, Polisi Temukan Surat Cinta hingga Jimat di Jasadnya

Een (48), pengungsi asal Kampung Cimacan, merasa tidak percaya jika seluruh harta benda yang ia miliki hilang begitu saja saat peristiwa dahsyat tersebut terjadi.

"Semua habis, yang ada kesisa cuma baju yang dipakai saja," kata Een, saat dijumpai Tribun Jabar di gedung pengungsian LPSE, Jumat (13/4/2018).

Een yang memiliki tujuh orang anak dari seorang suami ini, merasa bersyukur.

Halaman
123
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
Klub
D
M
S
K
GM
GK
-/+
P
© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas