Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Jaringan Seismik Merapi Tak Merekam Peningkatan Kegempaan

Pasca erupsi, lanjutnya, kegempaan yang terekam tidak mengalami perubahan dan suhu kawah mengalami penurunan.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Hendra Gunawan
zoom-in Jaringan Seismik Merapi Tak Merekam Peningkatan Kegempaan
twitter/@didiekprasetya
Gunung Merapi mengeluarkan asap tebal Jumat (11/5/2018) pagi ini. 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Daniel Ari Purnomo

TRIBUNNEWS.COM, SOLO - Kepala BPBD Jawa Tengah, Sarwa Pramana memberikan data rilis dari Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi, terkait fenomena letusan Freatik Gunung Merapi.

Erupsi Merapi terjadi hari Jumat (11/5/2018) pukul 07.40 WIB, berdurasi kegempaan 5 menit.

Ketinggian kolom erupsi mencapai 5500 meter di atas puncak.

Baca: Empat Fakta Aman Abdurahman, Lelaki Yang Ingin Ditemui Napi Teroris di Mako Brimob

Erupsi yang terjadi bersifat freatik (dominasi uap air).

Erupsi berlangsung satu kali dan tidak diikuti erupsi susulan.

"Sebelum erupsi freatik ini terjadi, jaringan seismik Merapi tidak merekam adanya peningkatan kegempaan. Namun demikian, sempat teramati peningkatan suku kawah secara singkat pada pukul 06.00 WIB (sekitar 2 jam sebelum erupsi)," terang Sarwa sesuai rilis tersebut.

Rekomendasi Untuk Anda

Pasca erupsi, lanjutnya, kegempaan yang terekam tidak mengalami perubahan dan suhu kawah mengalami penurunan.

Dia mengimbau masyarakat sekitar gunung Merapi tetap tenang.

Sumber: Tribun Jateng
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas