Tribun

Macan Tutul Berbobot 25 Kg Terperangkap di Kandang Setelah Memangsa Ayam dan Itik

Macan seberat 25 kg itu terperangkap di kandang ayam milik warga di Kampung Ciruntah Desa Cihideung setelah memangsa tiga ekor ayam dan dua ekor itik.

Editor: Dewi Agustina
Macan Tutul Berbobot 25 Kg Terperangkap di Kandang Setelah Memangsa Ayam dan Itik
Istimewa
Mata merah menyala macan tutul dari Gunung Tilu. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Mega Nugraha Sukarna

TRIBUN‎NEWS.COM, BANDUNG - Mata macan tutul berusia 1,5 tahun atau kategori remaja menurut Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Jabar merah menyala saat disinari lampu penerangan.

Macan seberat 25 kg itu terperangkap di kandang ayam milik warga di Kampung Ciruntah Desa Cihideung Kecamatan Pangalengan setelah memangsa tiga ekor ayam dan dua ekor itik.

Untuk mengevakuasinya, petugas BBKSDA harus melepas tembakan bius pada macan tersebut yang terperangkap di dalam kandang.

Pantauan Tribun Jabar dari foto yang diterima dari Humas BBKSDA Jabar, mata macan tutul tersebut tampak merah menyala sedang diangkut oleh warga serta petugas BBKSDA.

Baca: Nek Ramlah Takut Dosa karena Tak Bisa Melayani Suami, Dia Pun Tolak Pinangan Pria Asal Lhok Guci

Kepala BBKSD Jabar Sustyo Iriyono menjelaskan sejumlah hal penyebab macan tutul tersebut turun gunung.

Pertama, karena hewan yang termasuk top predator di hutan itu sudah belajar mencari makan sendiri.

Kedua, hewan tersebut terpisah dari kawanannya sendiri saat mencari makan.

"Kemudian karena rumah warga mendekati habitat macan tutul ini. Jarak rumah warga dengan hutan di habitat macan tutul ini ‎kurang dari 10 kilometer kok," kata Sustyo.

Macan itu turun dari Gunung Tilu. Rumah bagi warga komunitas adat Cikondang yang memegang teguh prinsip ke-Sunda-an dalam merawat alam.

Baca: Ribuan Ikan Koi Penuhi Kali Kecil, Kiat Masih Penasaran Meski Sudah Menangkap 500 Ekor

Gunung Tilu juga hulu dari sejumlah mata air salah satunya Sungai Cisangkuy.

"Gunung Tilu 90 persen vegetasinya masih terjaga. Jadi bisa dipastikan turun gunung bukan karena habitatnya terganggu. Gunung Tilu ini kawasan konservasi, hutan hujan tropis sekaligus penyangga oksigen dan air," ujar Sustyo. ‎

Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas