Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Cari Modal Usaha Reparasi Jok, Dua Orang Ini Bawa 6,3 Kg Ganja Dari Aceh

Paket ganja tersebut diamankan dalam pemeriksaan rutin di Seaport Interdiction Pelabuhan Bakauheni pada Kamis,

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Hendra Gunawan
zoom-in Cari Modal Usaha Reparasi Jok, Dua Orang Ini Bawa 6,3 Kg Ganja Dari Aceh
Tribun Lampung/Dedi Sutomo
Satuan Narkoba Polres Lampung Selatan menggelar ekspose kasus ganja asal Aceh. 

Laporan Reporter Tribun Lampung Dedi Sutomo

TRIBUNNEWS.COM, BAKAUHENI – Satuan Narkoba Polres Lampung Selatan berhasil menggagalkan upaya pengiriman paket ganja.

Ganja seberat 6,3 kilogram asal Aceh itu hendak dikirim ke Jakarta.

Paket ganja tersebut diamankan dalam pemeriksaan rutin di Seaport Interdiction Pelabuhan Bakauheni pada Kamis, 13 September lalu.

Baca: Satu Orang Tewas Dikeroyok Sebelum Pertandingan Persib Melawan Persija

“Saat petugas memeriksa bus ALS jurusan Medan-Jakarta, didapati paket ganja sebanyak 6,3 kilogram yang dikemas dalam 10 paket. Paket tersebut milik salah seorang penumpang bernama David Susilo,” terang Kapolres Lampung Selatan AKBP M Syarhan dalam ekspose, Senin, (24/9/2018).

Dalam pengembangan ke Jakarta, polisi kembali mengamankan dua tersangka lainnya, yakni Juliandi Sumarlin dan Benny Panjaitan, warga Medan.

Saat itu keduanya sedang menunggu kedatangan David Susilo di pool bus ALS di Tanah Tinggi, Tangerang.

Rekomendasi Untuk Anda

Tersangka David Susilo mengaku awalnya bertemu dengan Juliandi Sumarlin di Medan.

Saat itu ia berbincang tentang usaha reparasi jok mobil.

Tersangka Juliandi lalu menyuruh David ke Jakarta guna melihat peluang untuk membuka usaha reparasi jok mobil.

Tersangka David kemudian meminjam uang kepada tersangka Juliandi untuk modal usaha.

“Untuk membuka usaha membutuhkan modal yang cukup besar. Tersangka David berangkat ke Bireuen, Aceh guna membeli ganja untuk dijual di Jakarta. Hasilnya nanti akan dijadikan modal untuk membuka usaha reparasi jok,” terang Syarhan.

Setibanya di Aceh, David bertemu Agam (DPO).

Setelah mendapatkan paket ganja seharga Rp 5 juta, David kembali ke Jakarta dengan menumpang bus ALS.

Sebelumnya Satuan Narkoba Polres Lampung Selatan menggagalkan upaya pengiriman paket narkoba.

Sumber: Sriwijaya Post
Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas