Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Nini Mencari Muridnya di Antara Reruntuhan Bangunan Akibat Gempa

Nini Windarini seorang guru Sekolah Luar Biasa (SLB) di Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah tampak lelah saat ditemui di pengungsian.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Amriyono Prakoso
Editor: Hasanudin Aco
zoom-in Nini Mencari Muridnya di Antara Reruntuhan Bangunan Akibat Gempa
Ist/Tribunnews.com
Nini Windarini seorang guru Sekolah Luar Biasa (SLB) di Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah. 

TRIBUNNEWS.COM, SIGI - Nini Windarini seorang guru Sekolah Luar Biasa (SLB) di Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah tampak lelah saat ditemui di pengungsian.

Dia baru saja mengitari beberapa desa yang ada di kabupaten tersebut.

Tujuannya, tidak lain hanya ingin mencari anak-anak muridnya dan ingin mendapat kabar baik dari mereka.

"Saya sudah lima hari ini terus mencari anak-anak murid saya. Saya harus mendapat kabar dari mereka," ujarnya di lokasi pengungsian Desa Lolu, Sigi Biromaru, Sigi, Senin (8/10/2018).

Baca: Rusli Bawa Rangka Sepeda Motornya dari Reruntuhan Gempa, Satu-satunya Harta Tersisa

Ujung kerudung birunya tampak terus dipegang.

Sesekali matanya melihat sekeliling. Dia mengaku cukup khawatir atas keselamatan anak muridnya.

Apalagi, beberapa diantaranya tuna rungu dan tuna wicara.

Rekomendasi Untuk Anda

"Ya pasti, saya khawatir sekali. Mereka masih ada yang mendapatkan perlakuan khusus. Harus benar-benar diperhatikan. Apalagi sekarang ini kejadian bencana," lanjutnya.

Bermodal motor pinjaman dari tetangganya, dirinya mendata dan terus menghubungi orangtua murid.

Dari 30 murid yang bersekolah di SLB Inpres Kabupaten Sigi, baru empat murid yang bisa ditemuinya.

Terakhir, dia bercerita seorang anak di Desa Dolo, Sigi, melambaikan tangannya dan memberi tahu bahwa kabarnya baik-baik saja.

"Kemarin satu ketemu, dia dadah-dadah sama saya. Bilangnya hai ibu guru, saya baik-baik saja," senyum Nini sungging menceritakan kembali kejadian itu.

Ibu dengan tiga anak itu, mengaku kesulitan untuk terus mencari anak-anak murid. BBM yang masih sulit, jalan yang terputus hingga telekomunikasi yang masih belum lancar, mengharuskannya tetap menunggu kabar dan atau menyambangi satu persatu.

Beruntung, seluruh guru yang ada di sekolahnya, dikabarkan selamat dari kejadian naas tersebut. Namun, bangunan sekolah tidak lagi berbentuk. Jelas dia, bangunan sudah runtuh akibat gempa yang menimpa Jumat (28/9) lalu.

"Sudah tidak berbentuk lagi sekarang. Kalau harus masuk sekolah, saya harap ada bantuan tenda yang bisa diberikan untuk sementara," tukasnya.

Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas