Tagana Kaltim Sediakan Nasi Bungkus untuk Ribuan Korban Gempa dan Tsunami di Sulteng
Personel Tagana Provinsi Kaltim, hingga saat ini masih berada di Sulawesi Tengah (Sulteng) membantu korban gempa dan tsunami.
Editor: Dewi Agustina
Laporan Wartawan Tribunkaltim.co, Christoper D
TRIBUNNEWS.COM, SAMARINDA - Personel Tagana Provinsi Kaltim, dibawah naungan Dinas Sosial (Dinsos) Kaltim hingga saat ini masih berada di Sulawesi Tengah (Sulteng) membantu korban gempa dan tsunami yang terjadi pada 28 September silam.
Kurang lebih personel Tagana telah berada di lokasi bencana selama enam hari, sejak 6 Oktober silam.
Bahkan, sebelum KRI Layang yang membawa personel Tagana sandar di Pelabuhan Pantoloan, tim relawan gabungan terlebih dahulu menyisir perkampungan di pinggir laut, Tanjung Pandan untuk mendistribusikan bantuan logistik.
Terdapat sekitar 400 Kepala Keluarga (KK) di Tanjung Pandan, dengan total jiwa mencapai 2000 orang yang membutuhkan bantuan, yang belum tersentuh bantuan.
Baca: Daftar Lima Instansi Pusat dengan Jumlah Pelamar CPNS Paling Sedikit
Sementara itu, saat ini dapur umum Tagana Kaltim menangani warga yang berada di Kecamatan Sindue, Kabupaten Donggala yang terdiri dari 13 desa, dengan total jiwa mencapai 20 ribu orang dari 8.218 KK.
"Rencananya kita juga akan dibantu dapur umum dari Jawa Timur. Untuk makanan, kita buatkan nasi bungkus. Kebutuhan dapur umum sangat diprioritaskan," ucap Kepala Bidang Perlindungan dan Jaminan Sosial, Dinsos Kaltim, Ahmadin.
Tidak hanya itu, pihaknya juga memberikan layanan Psikologi Sosial kepada korban bencana, dengan pendampingan yang bertujuan untuk mengembalikan sikap mental seperti semula.
Agar mampu mandiri dan tidak tergantung pada tim relawan gabungan yang memberikan pelayanan.
"Agar mereka cepat bangkit, dan semangat baru. Dan sepertinya kita akan diperpanjang di sini, karena melihat kondisi yang ada, terdapat sekitar 20 titik pengungsian yang kondisinya traumatik," jelasnya.
"Kita di sini berdasarkan situasi dan kondisi, tergantung Kemensos RI dan pemerintah setempat," tambahnya.
Baca: Prabowo Mengaku Sudah Berteman dengan Din Syamsuddin Sejak Tahun 1990-an
Terdapat 16 personel tenaga terlatih yang berpengalaman di lokasi bencana dari Tagana Kaltim, dan tiga orang lainnya dari Dinsos Kaltim.
Dengan tiga keahlian personel Tagana, di antaranya spesialisasi di bidang dapur umum, shelter (pengungsian) dan psikologi sosial.
Tidak hanya membawa personel saja, namun Tagana juga membawa sejumlah armada yang digunakan untuk kebutuhan selama di lokasi bencana, di antaranya satu unit mobil dapur umum, truk, motor trail, tenda, serta logistik.