Tribun
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

1.700 Warga Kampung Aur Bertahan di Rumah Meski Daerahnya Diterjang Banjir

Warga Aur yang terdampak banjir sebanyak 550 KK, dengan sekitar 1700 Jiwa. Warga masih tetap bertahan di rumah masing-masing.

1.700 Warga Kampung Aur Bertahan di Rumah Meski Daerahnya Diterjang Banjir
BPBD Kota Medan
Kampung Aur diterjang banjir, 1700 warga Kampung Aur memilih bertahan di rumah. 

Laporan Wartawan Tribun Medan, M Andimaz Kahfi

TRIBUNNEWS.COM, MEDAN - Tim Reaksi Cepat PB BPBD Kota Medan, melakukan pemantauan di wilayah rawan banjir dan laporan Tinggi Muka Air Daerah Aliran Sungai (TMA-DAS) Kota Medan, sekitar pukul 07.30 WIB, Jumat (16/11/2018).

Manajer Pusdalops BPBD Kota Medan M Yunus mengatakan dari hasil laporan TMA-DAS, diketahui kondisi di Lingkungan 3 dan 4, Kelurahan Aur, Kecamatan Medan Maimun, debit air memasuki sekitar 70 rumah warga dengan ketinggian air masih bertahan kurang lebih 80-100 centimeter.

"Terpantau warga yang terdampak kurang lebih 550 Kepala Keluarga, dengan sekitar 1700 Jiwa. Warga masih tetap bertahan di rumah masing-masing," kata Yunus, Jumat (16/11/2018).

Sementara itu, di Lingkungan 7, 8 dan 9, Kelurahan Sei Mati, Kecamatan Medan Maimun, kenaikan debit air memasuki kurang lebih 682 rumah warga, ketinggian air kurang lebih 100-120 sentimeter, dengan cuaca berawan.

Baca: Takut Ditembak Mati, Dua Tersangka Kasus Pembunuhan Sopir Taksi Online Menyerahkan Diri

"Terpantau warga yang terdampak kurang lebih 716 KK, dengan 2852 Jiwa. Warga mengungsi ke tempat yang lebih tinggi dan sebagian bertahan dirumah masing-masing," ujar Yunus.

Menurut Yunus, kenaikan debit air di daerah aliran Sungai Deli pada pukul 06.33 WIB, mengalami kenaikan sekitar 130 hingga 150 centimeter.

Warna air kecokelatan dengan arus deras dan cuaca berawan.

"Kenaikan debit air di daerah aliran Sungai Denai pada pukul 06.55 WIB, mengalami kenaikan sekitar 40 smapai 50 sentimeter. Dengan warna air kecokelatan, arus deras dan cuaca cerah berawan. Sedangkan di Sungai Sei Sikambing, pantauan pada pukul 06.55 WIB, tinggi muka air normal dengan kondisi air jernih," kata Yunus.

Yunus menjelaskan bahwa upaya dan tindak lanjut telah dilakukan. Di antaranya dengan melaksanakan dan menempatkan personel TRC di lokasi untuk pemantauan dan monitoring daerah rawan banjir.

"Mereka akan terus melaporkan perkembangan TMA DAS Kota Medan dan memonitor perkembangan dan cuaca BMKG," kata Yunus. (cr9/tribun-medan.com)

Artikel ini telah tayang di Tribun-medan.com dengan judul Kampung Aur Diterjang Banjir, 1700 Warga Memilih Bertahan di Rumah

Ikuti kami di
Add Friend
Editor: Dewi Agustina
Sumber: Tribun Medan
  Loading comments...

Baca Juga

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas