Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Mayat-Mayat yang Mengapung di Perairan Bengkalis Diduga TKI Ilegal dari Malaysia

Lintasan ini sering digunakan oleh penyeludup untuk mengantar TKI ilegal dari Indonesia ke Malaysia dan sebaliknya

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Eko Sutriyanto
zoom-in Mayat-Mayat yang Mengapung di Perairan Bengkalis Diduga TKI Ilegal dari Malaysia
Istimewa
Kapolsek Bengkalis AKP Maitertika saat melakukan evakuasi mayat bersama anggota di pelabuhan desa Prapat Tunggal, Sabtu (1/12/2018) siang. 

Laporan Wartawan Tribun Pekanbaru, Muhammad Natsir

TRIBUNNEWS.COM, BENGKALIS - Kuat dugaan 8 mayat mengapung di perairan Bengkalis adalah Tenaga Kerja Indonesia (TKI) ilegal yang pulang dari Malaysia.

Ini disebabkan perairan Bengkalis sering digunakan untuk penyeberangan TKI ilegal.

Atas kondisi itu pula, Polres Bengkalis melakukan koordinasi dengan Polisi Diraja Malaysia.

Dari keterangan warga, 8 mayat mengapung yang ditemukan di perairan Bengkalis kuat dugaan merupakan korban kapal TKI ilegal yang tenggelam saat berlayar dari Malaysia ke Bengkalis.

Pasalnya, lintasan ini sering digunakan oleh penyeludup untuk mengantar TKI ilegal dari Indonesia ke Malaysia dan sebaliknya.

Lintasan yang sering digunakan antara Rupat dengan Batu Pahat.

Rekomendasi Untuk Anda

Pelintasan ini merupakan lintasan terdekat yang bisa dilintasi dalam waktu lebih kurang satu jam.

Seperti diungkap Kades Pampang Pesisir, Pasla, dalam tiga hari ini desanya dihebohkan dengan penemuan mayat.

Baca: BREAKING NEWS: Tiga Mayat Mengapung Ditemukan di Perairan Pulau Bengkalis

Pasla mengaku, sudah dua orang dari luar Pulau Bengkalis yang menelpon dirinya.

Dua orang yang menelponnya menanyakan terkait temuan mayat tersebut.

"Ada dua orang yang menelpon saya, satu dari Malaysia satu lagi dari Batu Bara Sumatera Utara," ungkap Pasla.

Menurut Pasla, dua orang ini menanyakan terkait identitas korban yang ditemukan.

Mereka menduga satu di antara mayat tersebut keluarga mereka.

"Alasan mereka karena salah satu keluarga mereka sudah sepuluh hari balik dari Malaysia namun sampai hari ini belum juga sampai," ungkap Pasla.

Halaman 1/4
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas