Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Rebutan Air Sawah Dua Petani Duel, Kacong Tewas Ditebas Rasyid, Tapi Ada Kejanggalan

Kapolsek Mandai, AKP Asgar mengatakan, saat ini pihaknya masih mendalami berbagai keterangan yang diperoleh, dari pihak pelaku maupun korban.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Hendra Gunawan
zoom-in Rebutan Air Sawah Dua Petani Duel, Kacong Tewas Ditebas Rasyid, Tapi Ada Kejanggalan
Ist
Ilustrasi 

Laporan Wartawan Tribun Timur, Ansar Lempe

TRIBUNNEWS.COM, MAROS - Kasus duel maut yang melibatkan dua petani Dusun Padaelo, Desa Tenringangkae, Kecamatan Mandai, Maros, masih dilidik dipihak kepolisian, Senin (3/12/2018).

Meski pelaku, Rasyid (46) sudah menyerahkan diri ke Polsek Mandai, namun polisi masih berusaha mengungkap penyebab pasti, meninggalnya korban, Kacong (50).

Kapolsek Mandai, AKP Asgar mengatakan, saat ini pihaknya masih mendalami berbagai keterangan yang diperoleh, dari pihak pelaku maupun korban.

Selain itu, pihaknya juga sudah melakukan pra rekonstruksi untuk mengetahui penyebab penebasan leher korban.

"Hari ini kami lakukan pra rekonstruksi dulu. Itu untuk mengetahui kronologi kejadiannya. Pra itu dilakukan berdasarkan keterangan yang diperoleh dari pelaku dan keluarga korban," katanya.

Sementara, keluarga korban, Akbar Ali membantah keterangan awal dari polisi, yang menyebut jika korban yang mendatangi pelaku.

Rekomendasi Untuk Anda

Menurutnya, usai kejadian, mayat korban yang ditemukan di pematang sawah miliknya.

Hal tersebut menandakan, jika pelaku yang mendatangi korban.

"Mayat korban ditemukan di sawahnya sendiri. Seandainya korban yang mendatangi, pasti mayatnya ada di sawah pelaku. Makanya kami yakin kalau korban yang didatangi oleh pelaku," katanya.

Selain itu, keluarga korban curiga jika pelaku pembunuhan ini dilakukan lebih dari satu orang. Pasalnya, luka tebasan di tubuh korban mencurigakan.

Pihak keluarga menemukan beberapa kejanggalan, termasuk tidak adanya luka pada bagian tangan sebagai tanda, korban ditebas dari arah depan.

Baca: Sah-sah Saja Jokowi Teken Aturan Pengangkatan Honorer Saat Menjelang Pilpres 2019

"Kalau memang hanya satu pelaku, saya yakin lukanya tidak seperti itu. Pasti ada luka dibagian tangan atau di tubuh depan. Tapi lukanya, semua ada di bagian belakang dan samping," katanya.

Kapolsek Mandai, AKP Asgar menjelaskan kronologi kasus penebasan yang menyebabkan korban meninggal di tempat tersebut.

Berawal saat pelaku, Rasyid sementara mengarap sawahnya dengan menggunakan traktor.

Sumber: Tribun Timur
Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas