Geser ke atas / tap '✖' untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Polsek Ubud Buru Sopir Truk yang Menewaskan Ni Nyoman Sumi

Polsek Ubud masih mencari keberadan sopir maut tersebut yang kabur usai menabrak Ni Nyoman Sumi di tanjakan.

Tayang:
Tribun X Baca tanpa iklan
Editor: Dewi Agustina
zoom-in Polsek Ubud Buru Sopir Truk yang Menewaskan Ni Nyoman Sumi
Tribun Bali
Keluarga korban mencari dua jari Ni Nyoman Sumi yang meninggal ditabrak truk di jalan tanjakan Desa Pakraman Penestanan, Ubud, Kamis (6/12/2018). (kiri) Truk maut yang menewaskan Sumi. 

TRIBUNNEWS.COM, GIANYAR - Ni Nyoman Sumi (60), warga Banjar Penestanan Kaja, Desa Sayan, Ubud, Gianyar, tewas terjepit truk. Sang pengemudi truk justru kabur.

Saat ini Polsek Ubud masih mencari keberadan sopir maut tersebut.

Tangis Ni Wayan Galung tak dibendung.

Ia tampak sangat terpukul saat ditemui di jembatan jalan Desa Pakraman Penestanan, Kamis (6/12/2018) sekitar pukul 09.30 Wita.

Ia tak menyangka bibinya, Nyoman Sumi, yang dikenal sangat ramah, meninggal secara tragis.

Sumi menghembuskan napas terakhir setelah ditabrak truk.

Sebelum peristiwa nahas ini terjadi, korban sempat menghaturkan sesajen di pelinggih yang berada di sebelah barat TKP, bertepatan rerahinan Kajeng Keliwon Uwudan.

Baca: Airin Rachmi Diany Membisu Saat Ditanya Soal Suami Bersama Artis di Hotel Bandung

Rekomendasi Untuk Anda

Diduga saat korban hendak pulang ke rumahnya dengan mengendarai sepeda motor Honda Scoopy, truk Mitsubishi DK 9399 KJ yang hendak menaiki jalan tanjakan, justru mundur dan membentur Sumi dan kendaraannya.

Akibatnya, korban dan truk terseret ke sisi tebing. Korban kemudian terjepit bagian belakang truk.

Korban mengalami luka berat di bagian kepala dan sejumlah tubuhnya.

Ia sempat dilarikan ke RSU Ari Santi, Desa Mas, Ubud. Namun nyawanya tidak tertolong.

Saat Tribun Bali berada di TKP, sejumlah kerabat korban tengah mencari bagian jari korban yang hilang.

Sebab menurut keyakinan warga Bali, seseorang yang meninggal, harus dikubur bersama dengan semua organ tubuhnya.

Keluarga Korban Kecelakaan di Gianyar
Sejumlah kerabat korban tengah mencari bagian jari korban yang hilang di lokasi kecelakaan di Jalan Desa Pakraman Penestanan, Kamis (6/12/2018). TRIBUN BALI/I WAYAN ERI GUNARTA

Keponakan korban, Ni Wayan Galung, mengaku terpukul atas peristiwa ini.

Terlebih sebelum meninggal, ia sempat saling sapa di TKP. Saat itu korban sedang mabanten di pelinggih di sebelah barat TKP.

Sumber: Tribun Bali
Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas