Nikmati berita interaktif dan LIVE report 24 jam hanya di TribunX
Tribun

KPK Gelar Rekonstruksi Kasus Suap Bupati Jepara Terhadap Hakim di Pengadilan Negeri Semarang

Pukul 11.15 WIB, Rabu (19/12/2018) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyambangi Pengadilan Negeri (PN) Semarang menggunakan tiga mobil.

Editor: Adi Suhendi
zoom-in KPK Gelar Rekonstruksi Kasus Suap Bupati Jepara Terhadap Hakim di Pengadilan Negeri Semarang
TRIBUN JATENG/HESTY IMANIAR
Rekonstruksi perkara suap praperadilan yang melibatkan Bupati Jepara, Ahmad Marzuqi dan Hakim Pengadilan Negeri Semarang, Lasito. 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Hesty Imaniar

TRIBUNNEWS.COM, SEMARANG - Pukul 11.15 WIB, Rabu (19/12/2018) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyambangi Pengadilan Negeri (PN) Semarang menggunakan tiga mobil Toyota Innova hitam.

Ketiga kendaraan itu, masuk lewat gerbang PN Semarang kemudian sekitar 10 orang tim dari KPK.

Mereka mendatangi kantor pengadilan itu, untuk melakukan rekonstruksi perkara suap pra peradilan yang melibatkan Bupati Jepara, Ahmad Marzuqi dan Hakim Pengadilan Negeri Semarang Hakim Lasito.

Pantauan Tribun Jateng, KPK mendatangi PN kurang lebih satu jam, dengan melakukan beberapa adegan rekonstruksi antara Hakim Lasito dan Kuasa Hukum Bupati Jepara Marzuqi, yakni Ahmad Hadi Prayitno, dengan pemeran pengganti.

Baca: Pengamat: Tak Ada Negara Punah Hanya Karena Kekalahan Seseorang Dalam Proses Demokrasi

Sejumlah adegan diperagakan dalam reka ulang kejadian Bupati Jepara, Ahmad Marzuqi melakukan suap atas kasus praperadilannya, soal uang hibah partai PPP di Kabupaten Jepara.

Tim rekonstruksi dari KPK sendiri, memulai reka adegan dengan menyambangi Ruang Bagian Hukum, kemudian menuju Ruang Pos Bantuan Hukum (Posbakum) yang dulunya merupakan ruang hakim.

Berita Rekomendasi

Beberapa kali reka adegan dilakukan di kedua ruangan dan depan ruangan Posbakum serta mobil yang digunakan Ahmad Hadi Prayitno memberikan uang dollar yang merupakan bagian dari total uang Rp 700 juta yang diberikan kepada Hakim Lasito untuk menyuap kasus pra peradilan Marzuqi.

Baca: Kronologi Korupsi Pejabat Kemenpora dan KONI, Uang Rp7 Miliar Dibungkus Plastik

KPK sendiri usai melakukan reka ulang adegan di Posbakum, mereka melakukan reka ulang di depan ruang Posbakum, dalam adegan ke 22, antara Hakim Lasito dan Kuasa Hukum Marzuqi, Ahmad Hadi Prayitno sedang berbincang akrab bersama.

Kemudian, pada rekonstruksi pada adegan ke 75 dan 76, Hakim Lasito masuk ke dalam mobil, disusul oleh Kuasa Hukum Marzuqi, Ahmad Hadi Prayitno, untuk menyerahkan uang dollar tersebut kepada Hakim Lasito.

Uang dollar tersebut, kemudian ditempatkan Hakim Lasito ke dalam kotak kardus kemasan warna putih, kemudian dibungkus dengan koran.

Baca: Terkait Korupsi Dana Hibah Kemenpora, KPK Sebut Sejumlah Pegawai KONI Tak Terima Gaji Selama 5 Bulan

Sesudah Ahmad Hadi memberikan uang kepada Hakim Lasito, hakim tunggal yang memimpin perkara pra peradilan Bupati Jepara, Ahmad Marzuqi itu, pun keluar dari mobil dan kembali ke ruangan hakim yang saat ini menjadi ruang Posbakum.

"Sebelumnya memang ada pemberitahuan melalui email kami, bahwa KPK akan melakukan rekonstruksi tepatnya hari Senin (17/12/2018) dua hari lalu. Untuk ruang mana saja, kami tidak tahu, hanya dua ruang itu, itu pun semuanya kami hanya mengikuti jalannya proses rekonstruksi itu atau jalurnya, dari KPK, sebelumnya kami tidak diberi tahu ruang mana saja," kata Humas PN, Eko Budi Supriyanto, Rabu (19/12/2018) disela rekonstruksi berlangsung.

Ketika ditanya soal keberadaan dan nasib Hakim Lasito, Eko juga mengungkapkan, bahwa saat ini Halim Lasito tidak berada di PN Semarang.

"Bahkan, hari ini rekonstruksi oleh Hakim Lasito bersama Kuasa Hukum Bupati Jepara, Ahmad Hadi Prayitno digantikan semua sama orang-orang KPK," bebernya.

Tidak hanya itu, Eko juga menjelaskan jika saat ini Hakim Lasito sudah di non aktifkan sebagai seorang hakim di PN Semarang, per tanggal 27 November 2018, dan SK dari MA masuk ke PN pada awal bulan Desember.

"Karena itu, sidang perkara yang dipimpin oleh Hakim Lasito, sudah diganti secara otomatis, dan Hakim Lasito juga tidak perlu absen ke PN Semarang lagi, karena kami memberikan waktu kepada beliau untuk fokus menyelesaikan perkara hukumnya," jelasnya Eko.

Bahkan, Hakim Lasito yang menangani perkara pidana itu, juga belum diketahui akankah diberi pendampingan hukum dari Pengadilan Negeri Semarang atau tidak.

"Belum tahu kami akan beri pendampingan hukum atau tidak, tapi selama ini PN tidak memberikan pendamping hukum kepada staf, hakim, yang ada di ranah kami yang terjerat kasus hukum. Jadi Hantu pendampingan pribadi saja," ungkapnya.

Ketika ditanya adakan indikasi keterlibatan orang lain selain Hakim Lasito di PN Semarang atau tidak, Eko menjawab tidak tahu. Dan ia meyakini sampai saat ini KPK hanya menyebutkan nama Hakim Lasito saja.

"Tidak tahu, tapi sejauh ini hanya Hakim Lasito saja, dan saat itu hanya Bawas saja yang memeriksa Hakim Lasito, lainnya tidak tahu. Dan nantinya sidang akankah digelar di Semarang, kami juga belum tahu, itu ranahnya KPK," katanya.

Sementara itu, ketika dicoba dikonfirmasi, petugas KPK yang melakukan rekonstruksi di PN Semarang, enggan memberikan komentarnya.

Bahkan, mereka cenderung menjalankan rekonstruksi hingga selesai, kemudian pergi meninggalkan PN Semarang.

Artikel ini telah tayang di Tribunjateng.com dengan judul: KPK Gelar Rekonstruksi di PN Semarang, Bupati Jepara Serahkan Uang Dalam Kardus Ke Hakim Lasito

Sumber: Tribun Jateng
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
© 2024 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas