Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Sebagian Warga Sebesi Pilih Pulang ke Pulau

Warga Pulau Sebesi dan Sebuku yang kini mengungsi di lapangan tenis Indoor Kalianda mulai banyak yang mengalami gangguan gatal-gatal

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Eko Sutriyanto
zoom-in Sebagian Warga Sebesi Pilih Pulang ke Pulau
Tribunlampung/Dedi
Belasan Warga Pulau Sebesi yang Mengungsi Mulai Kembali ke Pulau 

Laporan Wartawan Tribunlampung Dedi Sutomo

TRIBUNNEWS.COM, LAMPUNG – Sebagian warga pulau Sebesi yang sempat mengungsi ke darat pasca tragedi tsunami selat Sunda pada sabtu (22/12) malam silam, mulai kembali ke pulau.

Sabtu (5/1) siang, terlihat belasan warga dari pulau Sebesi yang sempat mengungsi lebih dari sepekan hendak kembali ke pulau melalui dermaga Canti di pesisir Rajabasa.

Menurut Asep, salah seorang pengungsi yang hendak kembali ke pulau, warga mulai jenuh karena kepikiran harta benda mereka yang ditinggalkan serta kebun garapan mereka.

“Di pengungsian tidak ada yang kita kerjakan. Sementara rumah kita tinggal. Kebun juga sudah lama tidak dilihat,” kata dia.

Menurutnya, warga berani pulang ke pulau karena mendapati kondisi GAK kini yang relatif sudah menurun meski masih mengeluarkan asap debu dari aktivitas vulkaniknya.

Namun kondisinya tidak seperti pasca tragedi tsunami lalu.

Baca: Info BMKG: Gempa M 5,7 Guncang Talaud Sulawesi Utara, Tidak Berpotensi Tsunami

Rekomendasi Untuk Anda

“Kita beharap kondisi GAK kembali normal seperti semula. Kita tidak lagi khawatir akan dampak dari letusannya,” terang Asep.

Terserang ISPA dan Gatal-gatal

Warga Pulau Sebesi dan Sebuku yang kini mengungsi di lapangan tenis Indoor Kalianda mulai banyak yang mengalami gangguan gatal-gatal.

Selain gatal-gatal, warga juga mulai diserang oleh gangguan ISPA dan gejala batu pilek.

“Kalau gangguan kesehatan terbanyak saat ini ISPA dan gatal-gatal,” kata seorang petugas posko kesehatan kepada tribun, kamis (3/1).

Ini pun diakui Nengsih, salah seorang warga yang mengungsi. Ia mengatakan anakya sempat terserang deman dan pilek satu hari pasca mengungsi.

Tetapi saat ini sudah berangsur baik setelah mendapatkan perawatan dan pengobatan dari tenaga medis di posko pengungsi.

“Kemarin anak saya kena deman flu. Tapi ini sudah mendingan,” terang ibu 2 anak itu.

Sumber: Tribun Lampung
Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas