Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Wagub Jabar Mangkir di Persidangan Kasus Hibah Tasikmalaya

Penasehat hukum Abdulkodir, Bambang Rusmana menyayangkan ketidak hadiran Uu meski telah dipanggil secara resmi

Wagub Jabar Mangkir di Persidangan Kasus Hibah Tasikmalaya
TRIBUN JABAR/GANI KURNIAWAN
Wakil Gubernur Jawa Barat Uu Ruzhanul Ulum (kedua dari kanan) bersama Ketua Ketua Koperasi Konsumen Praja Sejahtera (KKPS) Jawa Barat yang juga Sekretaris Daerah (Sekda) Jawa Barat Iwa Karniwa (ketiga dari kanan), Ketua Dekopinwil Jabar Mustofa Djamaludin, dan jajaran pengurus KKPS Jabar melaunching Sistem Aplikasi Keuangan KKPS Jabar pada Rapat Anggota Tahunan Ke-3 Tahun Buku 2018 di Gedung Bale Asri Pusdai Jabar, Jalan Diponegoro, Kota Bandung, Kamis (10/1/2019). KKPS Jabar yang merupakan wadah koperasi ASN di lingkungan Pemprov Jabar pada 2018 memperoleh keuntungan Rp 4,9 miliar dan realisasi aset Rp 117,8 miliar. KKPS Jabar juga berencana membeli saham BIJB (Bandara lntemasional Jawa Barat) Kertajati setara 2,26 persen, atau setara Rp 51 miliar. (TRIBUN JABAR/GANI KURNIAWAN) 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Mega Nugraha Sukarna

 

TRIBUNNEWS.COM, BANDUNG - Wakil Gubernur Jawa Barat (Jabar) Uu Ruzhanul Ulum mangkir di persidangan kasus korupsi dana hibah Pemkab Tasikmalaya di Pengadilan Tipikor pada Pengadilan Negeri Bandung, ‎Senin (11/3).

Majelis hakim yang memeriksa dan mengadili kasus itu, membuat penetapan untuk memanggil mantan Bupati Tasikmalaya itu untuk hadir hari ini. Namun, Uu berhalangan hadir. Kepastian tidak hadir itu dibacakan jaksa penuntut umum, Andi Adika Wira.

"Ada surat resminya dari pak Uu bahwa yang bersangkutan tidak bisa hadir karena menghadiri rapat terbatas seklaigus peresmian terkait National Plastic Action Partnership Indonesia di Jakarta hari ini," ujar Andi Adika Wira, membacakan surat berkop dan bernomor.

Majelis hakim langsung menanyakan pada sembilan terdakwa, satu diantaranya Sekda Pemkab Tasikmalaya Abdulkodir terkait perlunya penetapan hakim lagi untuk memanggil Uu.

"Kemarin kami sudah bikin penetapan pemanggilan pak Uu tapi ternyata enggak bisa hadir. Saya tanya lagi, pak Maman dan pak Abdulkodir kan (di persidangan) dipanggil langsung oleh pak Uu (untuk dicarikan dana), kalau memang iya, kami tidak akan persulit persidangan, kami akan panggil lagi, apa betul keterangan terdakwa, makanya kami bertanya," ujar anggota majelis hakim, Darmiwirda.

Sembilan terdakwa tampak kebingungan. Semuanya berbisik-bisik saling menatap satu sama lain, berdiskusi tentang apakah perlu memanggil ulang.

Baca: Kejati Sudah Kirim Surat Pemanggilan Wagub Jabar untuk Sidang Kasus Korupsi Dana Hibah Tasikmalaya

Awalnya, mereka tidak kompak karena ada yang merasa tidak perlu memanggil Uu. Ke sembilan terdakwa kembali berdiskusi dan akhirnya dicapai kesepakatan.

"Panggil sekali lagi yang mulia, jika tidak datang lagi, sidang dilanjutkan saja," ujar terdakwa Maman ‎Jamaludin, selaku Kabag Kesra Pemkab Tasikmalaya.

Halaman
12
Ikuti kami di
Editor: Eko Sutriyanto
Sumber: Tribun Jabar
  Loading comments...
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas