Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Kasus Pembunuhan Mantan Anggota TNI di Buleleng, Polisi Sudah Periksa Lima Saksi

Polisi masih melakukan proses penyidikan lebih lanjut terkait kasus pembunuhan Ikram Tauhid. Saksi yang telah dimintai keterangan berjumlah 5 orang

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Dewi Agustina
zoom-in Kasus Pembunuhan Mantan Anggota TNI di Buleleng, Polisi Sudah Periksa Lima Saksi
kantipurnetwork.com
Ilustrasi pembunuhan 

TRIBUNNEWS.COM, BANGLI - Hasil autopsi Ikram Tauhid yang tewas ditikam di Banjar Dinas Wirabuana, Desa Gitgit, Kecamatan Sukasada, Buleleng belum diterima pihak kepolisian.

Untuk itu proses penyelidikan kasus pembunuhan mantan anggota TNI ini dilakukan baru sebatas pemeriksaan saksi-saksi.

Kapolsek Sukasada, Kompol Nyoman Landung mengatakan, saat ini pihaknya masih melakukan proses penyidikan lebih lanjut terkait kasus pembunuhan Ikram Tauhid.

"Kami masih lakukan penyidikan sambil menunggu berkas perkara dan hasil autopsi serta forensik. Nanti kami juga akan laksanakan rekontruksi," kata Kompol Nyoman Landung.

Sementara saksi yang telah dimintai keterangannya berjumlah lima orang.

Mereka adalah rekan korban bernama Welky Lens Ussa (39) yang merupakan seorang anggota TNI, sopir mobil alias kakak pelaku, serta warga yang tinggal di sekitar lokasi kejadian.

Berdasarkan keterangan para saksi, korban yang merupakan warga asal Maluku ini datang ke Singaraja bersama rekannya Welky untuk reuni.

Rekomendasi Untuk Anda

"Korban sempat tugas di Singaraja. Kemudian dia saat ini tinggal di Denpasar. Jadi yang bersangkutan datang ke Singaraja hanya untuk reuni, bertemu dengan teman-temannya," jelas Kompol Nyoman Landung.

Untuk rekan korban (Welky) sejauh ini masih berstatus sebagai saksi. Welky diduga ikut melakukan pemukulan terhadap kakak pelaku.

"Sampai sekarang yang anggota TNI itu (Welky) masih sebagai saksi yang mengetahui kejadian itu. Kami sudah mintai keterangannya," jelas Kompol Nyoman Landung.

Kapan keluarnya hasil autopsi jenazah korban? Kapolsek Kompol Nyoman Landung menjawab masih melakukan koordinasi dengan pihak RSUP Sanglah.

"Kami sudah koordinasikan dan masih menunggu hasilnya. Kalau sudah ada, pasti kami sampaikan," ujar Kompol Nyoman Landung.

Diberitakan sebelumnya, Ikram Tauhid (39) tewas akibat ditikam dengan menggunakan pisau pengutik, Selasa (3/3/2019) pukul 22.00 Wita.

Ia ditemukan terkapar di pinggir jalan Banjar Dinas Wirabuana, Desa Gitgit, Kecamatan Sukasada, Buleleng.

Korban ditikam oleh seorang pria diketahui bernama Nyoman Tri Artika Subandi Awantara alias Gunik (35), warga asal Desa Panji, Kecamatan Sukasada, Buleleng.

Sumber: Tribun Bali
Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas