Tribun
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

BNPB: Aktivitas Vulkanik Gunung Bromo Belum Membahayakan

Hujan abu yang ditimbulkan oleh letusan gunung tersebut dianggap belum mengganggu aktivitas wisata.

BNPB: Aktivitas Vulkanik Gunung Bromo Belum Membahayakan
BNPB
Kemah-kemah pengunjung yang sedang menikmati pemandangan di Gunung Bromo 

TRIBUNNEWS.COM, MALANG - Aktivitas wisata di kawasan Gunung Bromo berjalan normal meski gunung setinggi 2.329 meter dari permukaan laut itu mengalami erupsi secara fluktuatif.

Hujan abu yang ditimbulkan oleh letusan gunung tersebut dianggap belum mengganggu aktivitas wisata.

Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho menyampaikan, aktivitas vulkanik Gunung Bromo belum membahayakan.

"Hampir setiap hari Gunung Bromo mengalami erupsi secara fluktuatif. Namun, aktivitas vulkanik belum membahayakan. Erupsi yang terjadi hanya menyemburkan abu vulkanik dan pasir, bukan kerikil atau lava pijar yang disemburkan dari kawah Gunung Bromo," katanya melalui keterangan tertulis, Selasa (19/3/2019).

Abu Sutopo menjelaskan, Selasa, terhitung sejak pukul 06.00 WIB hingga pukul 12.00 WIB terjadi lima kali letusan di Gunung Bromo.

Baca: The Lake House Sampai Source Code, Inilah 5 Film yang Mengangkat Tema Perjalanan Waktu

Asap kawah bertekanan sedang hingga kuat teramati berwarna kelabu dan hitam dengan intensitas sedang hingga tebal dan tinggi 900-1.500 meter dari puncak kawah.

Hujan abu di Pos Pengamatan Gunung Bromo terdengar suara gemuruh dan dentuman dari kawah. Sehari sebelumnya, yakni pada Senin (18/3/2019) terjadi 28 kali letusan dengan amplitudo 25-34 mm selama 17 hingga 889 detik.

Gempa tremor terus terjadi dengan amplitudo 0,5 - 30 mm, dominan 2 mm. Tinggi kolom abu vulkanik berkisar 500 hingga 1.500 meter. Asap kawah bertekanan lemah, sedang hingga kuat. Berwarna putih, kelabu dan hitam dengan intensitas tipis, sedang hingga tebal.

Sutopo menjelaskan, status Gunung Bromo masih di level II yaitu waspada. Meskipun, Gunung Bromo mengalami erupsi setiap hari.

Namun, demikian, warga dan wisatawan yang berkunjung ke kawasan itu dilarang mendekat ke kawah aktif Gunung Bromo dalam radius satu kilometer. Wisatawan juga diimbau untuk mengenakan masker dan kacamata agar terhindar dari abu vulkanik.

Halaman
12
Ikuti kami di
Add Friend
Editor: Sanusi
Sumber: Kompas.com
  Loading comments...

Baca Juga

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas