Tribun
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Seminar Harlah GMNI di Solo, AS Hikam Kritik Sistem Kepartaian di Indonesia

Seminar merupakan rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (Harlah) ke-65 Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) yang diadakan oleh DPC GMNI Solo.

Seminar Harlah GMNI di Solo, AS Hikam Kritik Sistem Kepartaian di Indonesia
Dok.Ist
Seminar Kebangsaan,  dengan tema Bersatu Dalam Kebhinekaan untuk Mewujudkan Cita-cita Proklamasi di Tahun Politik, Sabtu (23/3/2019) di Hotel Grand Setiakawan Solo. Seminar diadakan oleh DPC GMNI Solo. 

TRIBUNNEWS.COM, SOLO - Sistem demokrasi yang diterapkan di Indonesia belum dapat mewakili aspirasi rakyat secara utuh,  selama sistem dalam partai politik (Parpol) belum dilakukan reformasi.

Bahkan bobroknya sistem demokrasi yang terjadi saat ini, dianggap wujud dari karut marutnya sistem kepartaian. 

Hal itu disampaikan Pengamat politik dan juga akademisi di President University, Muhammad A. S. Hikam dalam Seminar Kebangsaan, dengan tema Bersatu Dalam Kebhinekaan untuk Mewujudkan Cita-cita Proklamasi di Tahun Politik, Sabtu (23/3/2019) di Hotel Grand Setiakawan Solo, Jawa Tengah. 

Dalam keterangan tertulis yang diterima Tribunnews.com, seminar tersebut merupakan rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (Harlah) ke-65 Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) yang diadakan oleh DPC GMNI Solo

"Kalau saya amati, hampir 20 tahun reformasi belum menyentuh sistem kepartaian di Indonesia. Karena kondisi itu, sehingga menyebabkan percepatan dalam kemuduran berdemokrasi, " kata AS Hikam.

Baca: Soal Rencana TKN Turunkan Menteri sebagai Jurkamnas Jokowi-Maruf, BPN: Ini Defisit Demokrasi

Disampaikannya, sistem perekrutan dalam partai politik yang diterapkan saat ini dianggap masih jauh dari kata ideal.

Pasalnya alih-alih berebut simpati suara dari rakyat, justru yang terjadi malah sebaliknya.

Yaitu mengorbankan esensi dari demokrasi. 

Sehingga wajar, dengan sistem yang diterapkan tersebut justru menghasilkan legislator yang tidak memiliki kualitas mumpuni.

Serta membuat kinerjanya semakin  buruk dari tahun-ketahun. 

Halaman
123
Ikuti kami di
Add Friend
Editor: Daryono
Sumber: TribunSolo.com
  Loading comments...

Baca Juga

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas