Liputan Tahanan Kabur, Dua Ponsel Wartawan di Pasuruan Dirampas Polisi, File Gambar Dihapus Semua
Dua wartawan yang bertugas di wilayah Pasuruan mendapat perlakuan tidak mengenakkan saat liputan di Polres Pasuruan Kota, Senin (25/3/2019) siang.
Editor:
Sugiyarto
"Ya handphone saya dirampas. Diambil dan dihapus semua file saya. Mulai dari gambar awal sampai akhir. Jadi dikembalikan dalam kondisi kosong tidak ada gambar sama sekali," tambahnya.
Yogi sempat menjelaskan dan memperkenalkan dirinya. Namun, penjelasannya tak digubris anggota dan memaksa menghapus file itu. Kata dia, mereka memaksa meminta pin handphone, dan gambar itu dihapus sendiri oleh mereka.
Ia sangat menyanyangkan hal ini. Ia pun mengaku bahwa mereka sudah tidak seperti mitra. kata dia, polisi sudah tidak mengenal wartawan. Padahal, ia datang ke sini, ingin konfirmasi terkait empat tahanan yang kabur dari sel tahanan.
Sementara itu, korban lainnya, Dayat, mengaku kecewa dengan sikap arogan para anggota itu. Ia merasa sangat dirugikan dengan kondisi ini. Bahkan, sebelum mengambil gambar, ia pun juga sudah bertemu humas Polres Pasuruan AKP Endy P dan meminta izin untuk liputan dan wawancara untuk lanjutan berita kaburnya empat tahanan.
"Kalau misal tidak boleh, ya diingatkan dengan baik. Ini sudah dibentak, HP dirampas dan file dihapus semuanya. Ini sangat merugikan sekali. Kami sedang menjalankan tugas profesi jurnalistik. Kok justru dihalang - halangi seperti ini, bahkan diberlalukan secara arogan," jelasnya.
Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pasuruan Joko Hariyanto mengaku sangat prihatin dengan kondisi ini. Ia tidak menyangka, rekan seprofesinya mendapatkan perlakukan seperti ini.
Ia menyebut, tidak seharusnya polisi berbuat seperti ini. Apalagi, merampas dan menghapus file hasil liputan itu sendiri. "Saya minta ke Kapolres mengusut tuntas kasus ini. Harus ditindak tegas anggota yang berbuat kurang ajar. Melarang tidak harus merampas dan menghapus file liputan," urainya.
Joko, sapaan akrab wartawan televisi swasta nasional ini pun berencana akan mendatangi Polres Pasuruan Kota untuk meminta penjelasan terkait kejadian ini.
Humas Polres Pasuruan Kota AKP Endy P mengaku sudah menjelaskan ke anggota, dan anggota ini tidak paham bahwa yang ditegur adalah wartawan.
Ia juga menyampaikan bahwa dua wartawan ini tidak ngomong kalau mau gambar suasana Mapolres Pasuruan Kota. Padahal, mereka baru saja wawancara sama dirinya.
"Lah arek media gak ngomong nang aku, nek ngomong pasti tak fasilitasi, akhire tak dampingi njupuk gambar, wis beres mau, tadi sempat salah paham sedikit saja," pungkas dia.