Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Massa di KPU Sumut Minta Joko Widodo-Ma'aruf Amin Didiskualifikasi

Aksi protes dan unjuk rasa atas berbagai aksi perilaku kecurangan yang terlihat di mana-mana secara terstruktur, sistematik dan masif

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Eko Sutriyanto
zoom-in Massa di KPU Sumut Minta Joko Widodo-Ma'aruf Amin Didiskualifikasi
TRIBUN MEDAN/M ANDIMAZ KAHFI
Ketua Presidium Gerakan Nasional Kedaulatan Rakyat saat berorasi di atas mobil komando di depan Kantor KPU Sumut, Selasa (21/5/2019) 

Laporan Wartawan Tribun Medan M Andimaz

TRIBUNNEWS.COM, MEDAN - Kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Sumatera Utara di Jalan Perintis Kemerdekaan, Selasa (21/5/2019) digeruduk ratusan orang.

Massa menamakan diri  Gerakan Nasional Kedaulatan Rakyat.

Mereka meminta agar KPU pusat segera mendiskualifikasi pasangan calon presiden kubu 01.

"Kita minta KPU untuk mendiskualifikasi pasangan calon presiden 01 Joko Widodo-Ma'aruf Amin," kata Rabualam, Selasa (21/5/2019).

"Salam Setengah Merdeka, siap jihad, siap mati," teriak Rabualam.

Baca: Jika Kelak Menjadi Seorang Istri, Anya Geraldine Ingin Berhijab

Rabualam menjelaskan, pihaknya melaksanakan aksi protes dan unjuk rasa atas berbagai aksi perilaku kecurangan yang terlihat di mana-mana secara terstruktur, sistematik dan masif (TSM).

Rekomendasi Untuk Anda

Terlebih dalam dua presiden yang bertarung.

Tim Badan Pemenangan Nasional (BPN) 02 sudah sampaikan protes.

Namun hanya satu protes yang diterima, yaitu persoalan situng, sementara gugatan soal penggelembungan suara dan lainnya malah dibatalkan.

"Kita lihat tadi malam menjelang pagi di saat sahur, KPU menyelesaikan perhitungan suara secepatnya. Seolah-olah mencuri waktu sebelum waktunya 22 Mei 2019. Ini penipuan, kita ingin KPU menghitung seluruh C1 yang ada diulang secara real," tegas Rabualam.

Baca: Terancam Hukuman Mati, HS Kirim Surat Permintaan Maaf Pada Jokowi

Lebih lanjut, sebagai salah satu Ketua Presidium Gerakan Nasional Kedaulatan Rakyat dan relawan 02, Rabualam mengaku apabila besok KPU tidak kembali merevisi dan menganulir keputusan yang telah ditetapkan, maka besok akan dilaksanakan aksi yang lebih besar.

"Kita tunggu hasilnya besok, kita harus siap berjihad," jelas Rabualam.

Pesan Prabowo Bagi Peserta Aksi 22 Mei

Prabowo meminta agar aksi unjuk rasa para pendukungnya dalam menyikapi penetapan hasil rekapitulasi suara Pilpres 2019 oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) dilakukan secara damai.

Sumber: Tribun Medan
Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas