Tribun
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
No Thumbnail
Desktop Version

Kontrak 4.800 Tenaga Honorer di Sumut Akan Diputus Hingga 2020

Akan tetapi, sebut Gubernur Edy, pihaknya masih akan menggunakan jasa tenaga honor yang tidak termasuk dalam lingkup tugas

Kontrak 4.800 Tenaga Honorer di Sumut Akan Diputus Hingga 2020
Surya/Didik Mashudi
Ilustrasi demo tenaga honorer 

TRIBUNNEWS.COM, MEDAN - Pemprov Sumut akan memutus hubungan kerja dengan ribuan tenaga honorer.

Diketahui, ada sebanyak 4.800 tenaga honor di lingkungan Pemerintah Provinsi Sumatra Utara (Pemprov Sumut).

Para pekerja ini akan diputus kontraknya secara bertahap hingga tahun 2020.

Gubernur Edy Rahmayadi didampingi Plt Kepala Biro Humas dan Keprotokolan, Fitriyus, mengungkap alasan tidak lagi mempekerjakan para tenaga honor itu.

Pertama karena pekerjaan mereka tumpang tindih dengan ASN. Kedua karena biaya menggaji mereka cukup besar.

"Saya mau kerja riil.

Ke depan kami akan tingkatkan kinerja.

Bekerja dengan hati melayani masyarakat," ucapnya di Kantor Gubernur, Selasa (11/6/2019).

Ia menjelaskan, para tenaga honor ini digaji rata-rata Rp 2,5 juta per bulan.

Menurutnya, biaya itu lebih baik dipakai untuk membiayai pembangunan infrastruktur.

Baca: Kisah Sopir Mantan Danjen Kopassus: Pengiriman Senjata Terhambat Urusan Pribadi

Baca: Melacak Terduga Pemutilasi Karoman, Polisi Temukan Ceceran Darah Mengering di Sepatu Boot

Baca: Bupati Bogor Marah-marah, Puluhan Botol Miras Sitaan di Satpol PP Tinggal Botolnya Saja

Baca: Dua Remaja Tewas Ditikam Puluhan Kali Gara-gara Masalah Hutang Orang Tua

Halaman
1234
Ikuti kami di
Add Friend
Editor: Hendra Gunawan
Sumber: Tribun Medan
  Loading comments...

Baca Juga

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas