Pulang Dari Ambil Uang di Bank, Nasabah Baru Sadar Beberapa Uang Itu Palsu, Ia Pun Lapur Polisi
Seorang nasabah BRI Unit Seririt diduga menerima beberapa lembar uang palsu (upal) pecahan Rp 100 ribu.
Editor: Hendra Gunawan
TRIBUNNEWS.COM, BULELENG - Kabar Buleleng hari ini datang dari pengaduan seorang nasabah BRI Unit Seririt.
Seorang nasabah BRI Unit Seririt diduga menerima beberapa lembar uang palsu (upal) pecahan Rp 100 ribu.
Kasus ini pun telah dilaporkan ke Mapolsek Seririt, dan masih dalam tahap penyelidikan.
Menurut informasi di lapangan, korban yang diketahui seorang sulinggih melaporkan kejadian ini ke Mapolsek Seririt pada Senin (8/7/2019) lalu.
Saat itu korban mencairkan tabungannya sebesar Rp 50 juta, melalui kasir BRI Unit Seririt.
Setelah uang didapatkan, korban pun pulang ke rumah.
Sesampainya di rumah itu-lah, korban baru menyadari ada beberapa lembar upal yang terselip di antara uang tabungannya.
Baca: Dari 376 Pendaftar, 192 Diantaranya Lolos Seleksi Administrasi Calon Pimpinan KPK
Baca: 6 Fakta Anak Wakil Wali Kota Tidore Jadi Kuli Bangunan, Sejak Kelas 1 SMA, Tinggal Tak Bersama Ayah
Baca: Sekolah Programmer Gratis untuk Lulusan SMK, Dapat Uang Saku Rp300 Ribu, Buruan Daftar!
Baca: Barbie Kumalasari Tak Kaget Saat Galih Ginanjar Ditangkap Polisi di Hotel
Korban lantas mendatangi kantor BRI Unit Seririt, dengan harapan agar upal tersebut dapat diganti oleh pihak bank.
Namun naas, pihak bank rupanya menolak hal tersebut, dengan alasan korban komplain setelah keluar dari bank.
Hingga akhirnya korban melaporkan hal ini ke Mapolsek Seririt.
Kapolsek Seririt, Kompol Wayan Suka dikonfirmasi Rabu (10/7/2019), enggan berkomentar banyak.
Namun, ia membenarkan atas adanya laporan upal dari satu di antara nasabah BRI Unit Seririt. "Sabar nggih masih pendalaman," singkatnya.
Senada dengan Kapolsek Seririt, Kepala Kantor Bank BRI Unit Seririt, Dodo Pontjo irit bicara terkait kasus uang palsu tersebut.
Hanya saya Dodo membenarkan kasus tersebut terjadi di bank yang ia pimpin.
"Saya tidak berwenang memberikan keterangan atas kasus dugaan upal itu. Kasus saat ini diambil alih oleh kantor cabang,” ucapnya.
Disinggung terakit mekanisme pengawasan transaksi, Dodo mengklaim, sudah memiliki standar pengawasan yang cukup ketat untuk memeriksa lalu lintas keuangan, baik uang masuk maupun keluar.
"Soal mekanisme pengawasan, tentu kami punya. Tapi, kami belum tahu masalah yang sebenarnya sehingga tidak bisa memberikan informasi pasti,” pungkasnya. (Ratu Ayu Astri Destriyani)
Artikel ini telah tayang di tribun-bali.com dengan judul Kronologi Nasabah Diduga Terima Upal di Bank hingga Kapolsek dan Kepala BRI Seririt Irit Komentar,