Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Teringat Pacar Pengakuan Penjual Cilok Pelaku Remas Dada Turis di Yogyakarta

Kepada polisi, pria yang berprofesi sebagai pedagang cilok ini mengaku nekat melakukan aksinya karena teringat perempun yang dicintainya.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Johnson Simanjuntak
zoom-in Teringat Pacar Pengakuan Penjual Cilok Pelaku Remas Dada Turis di Yogyakarta
KOMPAS.com/YUSTINUS WIJAYA KUSUMA
Pelaku asusila dengan sasaran wisatawan asing inisial SP saat di Mapolsek Mergangsan, Kota Yogyakarta 

TRIBUNNEWS.COM, YOGYAKARTA - Dalam sebulan, aksi remas dada turis di Yogyakarta marak terjadi.

Setelah sebelumnya dua turis asing jadi korban remas dada, kini korbannya adalah turis lokal asal Cilacap.

Polisi menangkap pelaku remas dada turis lokal yakni US (29).

Pelaku melakukan tindakan asusila itu di daerah Ngasem, Kota Yogyakarta.

Pelaku diketahui berprofesi sebagai penjual cilok.

Kapolsek Kraton Kompol Etty Haryanti mengatakan, saat ini pihaknya masih mendalami motif pelaku melakukan tindakan asusila tersebut.

"Motifnya apa masih kita dalami lagi," ujar Etty Haryanti, Rabu (17/07/2019).

Rekomendasi Untuk Anda

Etty Haryanti menyampaikan usai diamankan ke Mapolsek Kraton, pelaku US langsung dimintai keterangan.

Polisi juga menanyakan kepada US terkait alasan melakukan aksi tidak terpuji tersebut.

US, pelaku peremas dada turis asal Cilacap, saat berada di Mapolsek Kraton, Yogyakarta. Disampingnya berdiri Kapolsek Kraton Kompol Etty Haryanti.
US, pelaku peremas dada turis asal Cilacap, saat berada di Mapolsek Kraton, Yogyakarta. Disampingnya berdiri Kapolsek Kraton Kompol Etty Haryanti. (KOMPAS.com/YUSTINUS WIJAYA KUSUMA)

Alasan teringat pacar

Kepada polisi, pria yang berprofesi sebagai pedagang cilok ini mengaku nekat melakukan aksinya karena teringat perempun yang dicintainya.

"Tadi malam saya tanya, dia itu mengaku terbayang-bayang pacarnya, lalu melihat korban," kata Etty.

Etty menuturkan saat kembali dimintai keterangan pada pagi harinya, US justru menyampaikan alasan yang berbeda.

Pria asal Jember, Jawa Timur, ini mengaku hanya iseng karena tertarik setelah melihat korban.

"Jadi keterangan pelaku itu tidak konsisten," tegasnya.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas