Tribun

Diminta Senior Berdamai, Siswi Korban Pelecehan Seksual Pengurus Organisasi Akhirnya Lapor Polisi

Siswi salah satu SMA sempat kehilangan selera makan selama tiga hari usai menjadi korban pelecehan seksual oknum pengurus salah satu organisasi.

Editor: Dewi Agustina
Diminta Senior Berdamai, Siswi Korban Pelecehan Seksual Pengurus Organisasi Akhirnya Lapor Polisi
Serambi Indonesia/Sadul Bahri
KOORDINATOR YARA Pantai Barat, Hamdani mendampingi seorang siswi melakukan koordinasi dengan pihak kepolisian sebelum melaporkan secara resmi kasus pelecehan seksual yang menimpanya ke Mapolres Nagan Raya. Foto direkam Kamis (1/8/2019). SERAMBI/SA'DUL BAHRI 

TRIBUNNEWS.COM, SUKA MAKMUE - Mawar (17), siswi salah satu SMA sempat kehilangan selera makan selama tiga hari usai menjadi korban pelecehan seksual oknum pengurus salah satu organisasi pada akhir April 2019 lalu.

Merasa kasusnya didiamkan pihak lembaga tempat dia bergabung, Mawar bersama ayahnya dan didampingi aktivis Yayasan Advokasi Rakyat Aceh (YARA) melaporkan secara resmi kasus tersebut ke Mapolres Nagan Raya, Jumat (2/8/2019).

Ketua Koordinator YARA Pantai Barat Selatan, Hamdani kepada Serambi, Jumat (2/8/2019) kemarin, saat mendampingi korban di Mapolres Nagan Raya, Kompleks Perkantoran Suka Makmue, mengatakan, kasus pelecehan seksual yang menimpa Mawar itu dilaporkan ke polisi agar pelaku diproses hukum.

Menurut Hamdani, apa yang dialami oleh korban sangat menyedihkan, di mana pada usia masih belia sudah mengalami pelecehan dari orang yang semestinya membimbing dirinya.

"Pasca kejadian memilukan itu, korban tidak selera makan selama 3 hari karena trauma teringat perlakuan pelaku. Harapan kita, kasus ini bisa diusut tuntas, mungkin ada dugaan korban lainnya yang dilakukan oleh pelaku," ujarnya.

Baca: Pelaku Perusakan Rumah Menteri Susi Ditangkap, Ibunda Mengaku AS Sangat Membenci Menteri Susi

Baca: Misteri Pembunuhan Amelia Mahasiswi Lulusan IPB Mulai Terkuak, Pelakunya Tertangkap di Cianjur

Baca: Dampak Gempa Banten, 106 Rumah Rusak, 30 Rumah Rusak Berat, 1.050 Warga di Lampung Mengungsi

"Kita juga telah meminta kepada pengurus Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan dan Perlindungan Anak (P2TP2A) Nagan Raya agar dapat mengawasi perkembagan kasus tersebut," imbuh dia.

Hamdani menceritakan, peristiwa pelecehan seksual itu bermula saat pelaku menghubungi Mawar untuk mendatangi sebuah kantor di kawasan Suka Makmue, akhir April 2019 lalu, dengan alasan ada keperluan untuk membantu mengantarkan surat-surat penting.

Sesampainya korban di kantor tersebut, pelaku langsung mengunci pintu dan jendela sebuah ruangan.

"Dalam ruang itulah pelaku memaksa korban melakukan perbuatan asusila," tandas Hamdani.

Siswi ini sempat berusaha memberontak untuk lepas dari aksi pelecehan pelaku.

Halaman
12
Ikuti kami di
© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas