Tribun
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Ibu Muda di Ciamis Diringkus Polisi Karena Nyambi Jual Minuman Keras Oplosan di Bengkelnya

Polisi mengamankan seorang ibu rumah tangga berinisial DH (27) di Dusun Cidadap, Desa Sindangbarang, Kecamatan Panumbangan, Ciamis, Jawa Barat.

Ibu Muda di Ciamis Diringkus Polisi Karena Nyambi Jual Minuman Keras Oplosan di Bengkelnya
Tribun Jabar/Andri M Dani
Jajaran Polres Ciamis mengamankan ibu rumah tangga karena menyimpan ratusan botol berisi miras oplosan berupa ciu di bengkel tambal bannya yang berlokasi di perbatasan Sukamantri – Panumbangan. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Andri M Dani

TRIBUNNEWS.COM, CIAMIS - Polisi mengamankan seorang ibu rumah tangga berinisial DH (27) di Dusun Cidadap, Desa Sindangbarang, Kecamatan Panumbangan, Ciamis, Jawa Barat.

Warga Dusun Cihonje, Desa Tenggerharja, Sukamantri, Ciamis tersebut ditangkap karena berjualan miras oplosan berupa ciu di bengkel tambal ban miliknya.

Sebanyak 152 botol miras oplosan disita petugas dari bengkel tambal ban milik DH yang berlokasi di perbatasan Kecamatan Sukamantri dan Kecamatan Panumbangan tersebut.

“Di bengkel tambal bannya di perbatasan Sukamantri dan Panumbangan tersebut tersangka juga menyediakan miras oplosan jenis ciu,” ujar Kapolres Ciamis AKBP Bismo Teguh Prakoso didampingi Kasatnarkoba AKP Darli dan Kasubag Humas Polres Ciamis Iptu Hj Iis Yeni, Jumat (9/8/2019) siang.

DH mendapatkan miras oplosan tersebut dari seseorang berinisial A asal Solo yang sekarang dalam pencarian petugas.

Baca: Kabar Bakal Bangkrut dan PHK Massal Trending, Wishnutama Pun Diserang Pertanyaan, Ini Kata NET TV

Baca: Dipicu Perbedaan Pilihan Kepala Desa, Makam di Kayuagung Sumatera Selatan Dibongkar dan Dipindahkan

Baca: BMKG: Peringatan Dini Gelombang Tinggi dan Angin Kencang Hari Ini, Sabtu 10 Agustus

DH menjual sebotol ciu yang dikemas dalam botol bekas air mineral ukuran 600 ml tersebut seharga Rp 15.000.

Bila 152 botol ciu tersebut terjual, tersangka akan mendapat keuntungan sekitar Rp 1,2 juta.

Namun ratusan botol berisi ciu yang disimpan di bengkel tambal ban tersebut keburu disita petugas kepolisian.

Menurut AKBP Bismo Teguh Prakoso, DH terancam hukuman bui 5 sampai 15 tahun penjara seperti yang diatur ketentuan pasal 204 ayat (1) KUHP jo pasal 62 ayat (1) UU No 8 tahun 1999 tentang perlindungan konsumen.

Baca: Hukum Makan Daging Hewan Kurban Sendiri, Simak Penjelasannya Berikut

Baca: Terpeleset, Pria Kamboja Terjepit di Bebatuan selama 3 Hari, Operasi Penyelamatan Berlangsung 10 Jam

Halaman
12
Ikuti kami di
Add Friend
Editor: Adi Suhendi
Sumber: Tribun Jabar
  Loading comments...

Baca Juga

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas